Alasan Latinusa Absen Bagi Dividen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pelat Timah Nusantara Tbk, disingkat PT Latinusa (NIKL) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Hal ini lantaran secara akumulatif perseroan masih mencatatkan kerugian.

"Sampai saat ini kita belum mampu untuk membagikan dividen kepada pemegang saham karena kita masih memiliki akumulasi rugi,” kata Direktur Utama PT Pelat Timah Nusantara Tbk, Jetrinaldi dalam paparan publik, Kamis (8/4/2021).

Adapun untuk tahun buku 2020, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan menjadi USD 2,72 juta, setara Rp 39,6 miliar (kurs 14.570 per USD). Naik tipis 1,38 persen dari laba bersih tahun berjalan 2019 sebesar USD 2,68 juta.

Namun, Latinusa masih mencatatkan total liabilitas sebesar USD 83,54 juta, meskipun angka ini sudah turun 21,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 106,05 juta.

Sementara total ekuitas tahun buku 2020 tercatat USD 48,38 juta. Naik 6,02 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar USD 45,63 juta.

"Secara keseluruhan (kami berharap) bagaimana 2021 ini merupakan tahun balik menjadi ROE (return on equity) kita positif, sehingga ini yang dinanti-nanti oleh semua,” kata Jetrinaldi.

Strategi Perseroan

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara untuk strategi ke depan, perseroan akan fokus pada pangsa pasar yang menyumbang pendapatan lebih baik. Adapun pada 2020, penjualan perseroan ditopang paling banyak dari produk susu sebesar 31,55 persen. Menyusul setelahnya ada biskuit dan permen 18,03 persen.

Kemudian makanan dan kimia masing masing sekitar 17 persen. Lalu cat 11 persen. Serta yang memiliki andil paling minim yakni kaleng umum dan minyak goreng masing-masing sekitar 2 persen.

"Kalau strateginya tentu kita tetap fokus sebagaimana strategi yang dilakukan sebelumnya terkait dengan fokus terhadap market yang memang memberikan kontribusi margin yang lebih baik,” pungkas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini