Alasan Lelaki di China Sengaja Gelar Pemotretan Pernikahan Kejutan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemotretan pernikahan antara perempuan berumur lebih tua dengan lelaki yang lebih muda kembali terjadi. Kali ini antara perempuan berusia 85 tahun dengan pemuda berumur 24 tahun.

Pemotretan pernikahan kejutan dua insan itu terjadi di Kabupaten Fenyi, Xinyu, Provinsi Jiangxi, China. Sang perempuan menghabiskan waktunya untuk merawat bayi terlantar, sedangkan Zhang merupakan seorang petugas pemadam kebakaran, seperti dilansir dari laman World of Buzz, Jumat, 19 Februari 2021.

Dalam sebuah wawancara, Zhang mengatakan bahwa perempuan bernama Tang itu, telah menyelamatkan bayi-bayi yang ditinggalkan di dekat rumah sakit dan merawat mereka sendiri sejak 1983. Setelah bayi-bayi tersebut kuat dan sehat, Tang akan mengirim mereka ke lembaga kesejahteraan atau menempatkan mereka untuk diadopsi.

Namun, bila bayi yang secara fisik lemah, Tang akan mengadopsi mereka sendiri dan membesarkan mereka sebagai anaknya. Zhang adalah salah satu dari enam bayi terlantar yang dia adopsi.

Sekitar 24 tahun yang lalu Tang, yang saat itu berusia 61 tahun, menyelamatkan Zhang yang ditinggalkan saat masih bayi oleh orangtuanya. Dia kemudian dibesarkan oleh Tang dan suaminya bersama dengan enam anak yatim piatu lainnya dan lima anak kandung pasangan tersebut.

Pasangan itu mengandalkan gaji pensiun dan pendapatan dari menjual sayuran untuk menghidupi keluarga besar mereka. Kakak perempuan Zhang juga salah satu dari anak yang diadopsi dan mereka akan memanggilnya nenek karena mereka masih cukup muda untuk menjadi cucunya.

Pemotretan Pernikahan Kejutan

Pemotretan pernikahan kejutan antara nenek berusia 85 tahun dengan lelaki berusia 25 tahun di China (dok.oriental daily)
Pemotretan pernikahan kejutan antara nenek berusia 85 tahun dengan lelaki berusia 25 tahun di China (dok.oriental daily)

Dengan banyaknya keluarga yang harus diurus, Tang dan suaminya mengalami banyak kesulitan keuangan. Beruntung pada 2001, pemadam kebakaran di kabupaten Fenyi mengetahui tentang kondisi mereka dan memutuskan untuk memberikan subsidi kepada Zhang dan biaya sekolah saudara perempuannya.

Selama sekitar satu dekade lebih, meski ada pergantian petugas pemadam kebakaran dalam tim, pemadam kebakaran terus mendukung mereka hingga Zhang lulus SMA pada 2016 dan saudara perempuannya lulus kuliah pada 2013.

Setelah lulus dan diterima di perguruan tinggi, Zhang memilih untuk mengikuti mimpinya dan bergabung dengan tentara untuk mengabdi pada negara alih-alih melanjutkan studinya. Petugas pemadam kebakaran yang mendukungnya saat ia tumbuh dewasa kemudian menjadi rekannya.

Pada Mei 2020, Zhang memanfaatkan cuti tahunannya dan diam-diam mengatur pemotretan pernikahan kejutan untuk nenek dan kakeknya. Namun, pada hari itu, kakeknya tidak dapat hadir untuk pemotretan karena alasan fisik.

Jadi, Zhang mengenakan seragam untuk menemani neneknya melakukan pemotretan. Dia berkata bahwa ketika neneknya melihat foto-foto itu, dia malu tapi bahagia.

Saat Tahun Baru Imlek baru-baru ini, pemadam kebakaran mengundang nenek untuk makan malam reuni bersama mereka. Zhang berkata bahwa dia sangat puas dengan hidupnya sekarang. Harapan terbesarnya adalah agar neneknya selalu sehat dan dia akan memiliki lebih banyak waktu untuk menemaninya.

Ia juga mengatakan bahwa meskipun sang nenek hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar, ia belajar kebaikan, perhatian terhadap orang lain, dan rasa terima kasih darinya. "Nenek saya memberi saya kehidupan kedua dan petugas pemadam kebakaran yang membantu saya memberi saya kehidupan ketiga," kata Zhang.

Gaun Pernikahan Raisa

Infografis Gaun Pernikahan Raisa
Infografis Gaun Pernikahan Raisa

Saksikan video pilihan di bawah ini: