Alasan Melanie Subono Ogah Bikin Lagu Soundtrack untuk Film Tentang Ibu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Melanie Subono mengumumkan film yang diproduserinya, Tentang Ibu, pekan ini. Tentang Ibu yang disutradarai Reza Nangin siap tayang di jaringan bioskop Tanah Air dalam waktu dekat.

Dikenal sebagai musisi yang merilis album debut pada 2004, Melanie Subono sebenarnya bisa saja bikin soundtrack film Tentang Ibu. Namun, ia tak melakukannya dengan alasan kuat.

“Saya tidak bisa menambahkan lagu di sini karena film ini semimusikal. Tokoh besar di film ini sebenarnya adalah Dennis Nussy, dia music director saya,” putri Adrie Subono menjelaskan.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Akhirnya Dia Belajar

Melanie Subono. (Foto: Instagram @melaniesubono)
Melanie Subono. (Foto: Instagram @melaniesubono)

Tentang Ibu mengisahkan anak yang mencari ayahnya dengan modal foto dan kain asal Sulawesi. Pertama ia mendarat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di sana ia bertemu anak-anak yang mencopet.

“Akhirnya dia belajar wah di sini budayanya selain para ibu berdagang di pasar apung, anak kecil jualan mainan, lagunya bercerita tentang mainan. Di situ saya mau menggambarkan setengah adegan itu dengan lagu ‘Ampar-ampar Pisang,” urainya.

Banjarmasin dan Padang

Melanie Subono (Foto: Bambang E Ros, DI: Muhammad Nur Fajri/Fimela.com)
Melanie Subono (Foto: Bambang E Ros, DI: Muhammad Nur Fajri/Fimela.com)

Dalam sesi wawancara via ponsel dengan Showbiz Liputan6.com, Selasa (28/9/2021), Melanie Subono menyebut lagu “Ampar-ampar Pisang” lalu dinyanyikan ulang oleh Prince Poetiray.

“Dari Banjarmasin ditunjukkan: Oh ini kain bapakmu jangan-jangan dari Padang. Dia terbang ke Padang, belajar tentang bumbu. Dia belajar budaya rantau. Di situ saya perkenalkan lagu ‘Kampuang Nan Jauh Di Mato,’” Melanie Subono membocorkan.

Tak Bisa Menyumbang

Melanie Subono (Foto: Bambang E Ros, DI: Muhammad Nur Fajri/Fimela.com)
Melanie Subono (Foto: Bambang E Ros, DI: Muhammad Nur Fajri/Fimela.com)

Dari Padang, anak ini tiba di Yogyakarta lalu berinteraksi dengan salah satu penari di kawasan Malioboro. Sang penari menasihati dengan lagu “Lir Ilir.” Lagu ini dikemas ulang oleh Monita Tahalea.

“Jadi saya enggak bisa menyumbang lagu tema atau lagu baru karena justru yang saya pengin angkat untuk anak-anak sekarang mengenal lagi lagu-lagu daerah,” papar Melanie Subono panjang.

Lagu Daerah, Artis Nasional

Poster film Tentang Ibu. (Foto: Dok. Satu Tanah)
Poster film Tentang Ibu. (Foto: Dok. Satu Tanah)

“Jangan sampai lupa kalian (generasi muda) punya lagu-lagu daerah yang bagus. Makanya saya ajak artis-artis nasional untuk mengkover lagu (daerah) itu,” artis kelahiran Jerman, 20 Oktober 1976, mengakhiri.

Dua lagu daerah lain yang akan muncul di film Tentang Ibu, yakni “Yamko Rambe Yamko” dari Papua dan “Sio Mama” (Maluku). Melanie Subono mengingatkan, setiap lagu daerah punya lirik kayak makna.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel