Alasan Menkes Tambah 3 Jenis Vaksin dalam Program Imunisasi Rutin Lengkap

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan menambah tiga jenis vaksin dalam program imunisasi rutin lengkap, yaitu pneumococcal conjugate caccine (PCV), rotavirus, dan human papillomavirus (HPV).

Vaksin HPV untuk mencegah risiko kanker serviks, PVC guna melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus, sedangkan rotavirus untuk mencegah muntaber atau gastroenteritis. Menurut Budi, penambahan tiga vaksin itu untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Budi menyebut, sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri Kesehatan, program imunisasi rutin lengkap hanya diisi 11 jenis vaksin. Padahal, masalah kematian ibu dan anak di Indonesia masih besar.

Kematian ibu paling banyak disebabkan kanker serviks dan payudara. Sementara kematian anak terbanyak diakibatkan infeksi diare dan pneumonia.

"Kita cek ada vaksinnya untuk ibu itu vaksin kanker serviks, (vaksin) yang untuk kanker payudara belum ada. Selanjutnya untuk mencegah pneumonia pada anak dengan menggunakan vaksin PCV dan diare ada vaksin rotavirus," katanya dikutip dari siaran pers, Minggu (24/4).

Diperluas ke Seluruh Indonesia

Vaksinasi HPV sudah dilakukan cukup lama, namun hanya di sejumlah kabupaten dan kota, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Manado dan Kota Makassar. Kini, vaksinasi HPV akan diperluas ke seluruh Indonesia.

"Kita ingin agar ini (vaksinasi HPV) cepat-cepat bisa diluncurkan secara nasional untuk bisa menurunkan kematian ibu yang disebabkan oleh serviks cancer, karena kanker makin lama makin naik kematiannya di Indonesia," ucapnya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu menambahkan, introduksi vaksinasi HPV yang telah dilakukan di beberapa kabupaten dan kota telah berhasil mengurangi kasus kanker serviks.

"Makanya kami perluas tahun ini arahan pak menteri untuk menambah di 8 provinsi. Jadi 4 provinsi di Jawa dan Bali, dan 3 provinsi di Sulawesi (Provinsi DKI Jakarta, D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Bali) yang ditargetkan selesai tahun 2022," tutur Maxi.

Imunisasi Rutin

Imunisasi rutin merupakan program pemerintah bagi masyarakat. Imunisasi ini bersifat gratis. Sebelum Kementerian Kesehatan menambah tiga vaksin, program imunisasi rutin hanya menggunakan 11 jenis vaksin.

Berikut rinciannya:

1. Imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan

1 Bulan : BCG Polio 1, mencegah penularan tuberculosis dan polio
2 Bulan : DPT-HB-Hib 1 Polio 2, mencegah polio, difteri, batuk rejan, retanus, hepatitis B, meningitis, & pneumonia
3 Bulan : DPT-HB-Hib 2 Polio 3
4 Bulan : DPT-HB-Hib 3 Polio 4
9 Bulan : Campak, mencegah campak

2. Imunisasi lanjutan bayi usia 18-24 bulan

Imunisasi DPT-HB-Hib 1 dosis, berfungsi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis

Imunisasi campak rubella 1 dosis

3. Imunisasi lanjutan anak sekolah dasar pada program tahunan Bulan Imunisasi Nasional

Imunisasi campak rubella dan DT pada anak kelas 1
Imunisasi tethanus diphteria td pada anak kelas 2 dan kelas 5. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel