Alasan Oditur Tuntut Kolonel Priyanto Penjara Seumur Hidup di Kasus Pembunuhan Sejoli

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Oditur Militer Tinggi Kolonel Sus Wirdel Boy mengungkap alasan menjatuhkan tuntutan hukuman penjara seumur hidup terhadap terdakwa kasus pembunuhan berencana sejoli di Nagreg Handi-Salsa, Kolonel Inf Priyanto. Salah satu pertimbangannya pernyataan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang memastikan prajurit terlibat kasus tersebut dituntut hukuman maksimal seumur hidup.

"Pada waktu panglima mengeluarkan statement begitu itu akan jadi patokan kepada kami," kata Oditur Militer Kolonel Sus Wirdel Boy di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Kamis (21/4).

Selain itu, Wirdel mengatakan, tuntutan hukuman seumur hidup itu tetap mengacu pada fakta persidangan. Setelah ditemukan fakta dalam persidangan, Wirdel kemudian melaporkannya kepada pimpinan untuk dirapatkan di Oditurat Jenderal TNI.

"Jadi pada saat statement Panglima kita kan belum melihat fakta, tetapi setelah fakta tetapi kenyataannya beliau (Oditurat Jenderal) memutuskan untuk dituntut seumur hidup," ujar dia.

Untuk diketahui ketika awal mula kasus ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sempat menyoroti dan memerintahkan penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI memastikan proses hukum Kolonel Inf P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ad yang terlibat kasus tabrakan di Nagreg, Bandung, pada Rabu (8/12) lalu, secara maksimal.

"Selain akan lakukan penuntutan hukuman maksimal sesuai tindak pidananya, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa juga telah menginstruksikan penyidik TNI & TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada 3 oknum anggota TNI AD tersebut," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (24/12).

Dituntut Seumur Hidup

Sebelumnya, Oditurat Militer Tinggi II Jakarta menuntut terdakwa Kolonel Priyanto dengan hukuman penjara seumur hidup atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap dua pasangan sejoli yang dibuang ke sungai.

Sebagaimana tuntutan yang dibacakan Oditur Militer Tinggi Kolonel Sus Wirdel Boy dalam sidang di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, pada Kamis (21/4) hari ini.

"Selanjutnya kami memohon agar majelis Pengadilan Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman terhadap kolonel Infantri Priyanto dengan pidana pokok penjara seumur hidup," kata Wirdel saat pembacaan draft tuntutan.

Selain pidana pokok, Oditurat juga meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pemecatan terhadap Kolonel Inf Priyanto dari Instansi TNI AD.

Pertimbangan Oditur Militer

Tuntutan ini telah mempertimbangkan hal-hal, di antaranya yang meringankan yakni terdakwa selama persidangan telah terus terang yang mempermudah jalannya persidangan.

"Terdakwa belum pernah dihukum, dan terdakwa telah menyesali perbuatannya," kata Wirdel.

Sementara hal yang memberatkan, terdakwa dalam melakukan tindak kejahatan pidananya turut melibatkan anak buahnya. Dalam hal Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Sholeh.

Adapun tuntutan hukuman penjara seumur hidup yang diminta Oditurat ini telah meyakini jika Terdakwa Kolonel Inf Priyanto turut terbukti sebagaimana dalam seluruh dakwaan.

Pertama, Pasal Primer 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Penyertaan Pidana, Subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Subsider pertama Pasal 328 KUHP tentang Penculikan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, subsider kedua Pasal 333 KUHP Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Subsider ketiga Pasal 181 KUHP tentang Mengubur, Menyembunyikan, Membawa Lari, atau Menghilangkan Mayat dengan Maksud sembunyikan kematian jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel