Alasan Pendiri Demokrat Ngotot Gelar KLB

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Salah seorang pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntungan, menilai Kongres Luar Biasa atau KLB, harus dilakukan Partai Demokrat terhadap kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhyono atau AHY.

Menurut Hengky, itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya yang merupakan pendiri, bersama yang lain untuk menyelematkan partai yang mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu sebagai Presiden RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2014).

"Oleh karena ketidakmampuan itu, maka kami pendiri bersepakat untuk mencari solusi, apa solusi itu? Tidak ada. Yang ada KLB, Kongres Luar Biasa," tegas Hengky saat menyampaikan keterangan pers di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu 27 Februari 2021.

Baca juga: Survei: Internet RI Lambat Tapi Konsumenya Paling Getol Belanja Online

Hengky mengaku sudah tidak takut menyatakan keinginan KLB. Sebab, hal itu berdasarkan aspirasi sejumlah kader dan para senior partai. Ia juga mendorong siapa pun masuk mencalonkan menjadi ketua umum dalam forum yang diambil secara kedaruratan tersebut.

Ia juga menyindir aturan main partai yang seakan-akan forum KLB terselenggara harus direstui oleh Ketua Majelis Tinggi, yang kini dijabat oleh SBY.

"Pelaksanaan KLB ini harus dilakukan berdasarkan AD/ART yang benar-benar dilakukan pada saat kongres pertama. Artinya jangan kita menciptakan dalam AD/ART bahwa saya seorang ayah jadi Majelis Tinggi, anak saya jadi ketum," tutur Hengky.

Menurut Hengky, kekisruhan yang terjadi belakangan ini karena masalah kepemimpinan. Dia juga mengkritik, konflik justru menyeret-nyeret banyak orang.

"Lalu dalam mengawal perencanaan pelaksanaan KLB tentunya kita bersepakat bersama, tidak hanya pendiri tetapi juga kepada seluruh yang selama ini berjuang berbuat untuk mengambil peran memajukan Partai Demokrat ke depan," lanjut Hengky.