Alasan Perbankan Masih Enggan Kucurkan Pendanaan ke Sektor Hijau

Merdeka.com - Merdeka.com - Sektor perbankan dinilai belum memberikan dukungan optimal untuk pembiayaan ke sektor hijau. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Clarita Ligaya menyebut, ada sejumlah tantangan bagi perbankan dan lembaga keuangan untuk menyalurkan kredit ke sektor hijau.

Pertama terkait kejelasan definisi sektor hijau. Memang saat ini sudah ada peta jalan taksonomi hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun sektor lain belum memberikan definisi sektor hijau. Akibatnya belum ada kejelasan tentang sektor mana saja yang masuk dalam kategori sektor hijau.

"Jadi harus ada kejelasan dulu sektor mana saja yang masuk ke sektor hijau," kata Ligaya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 2, Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7).

Tantangan lainnya karena sektor hijau yang ada saat ini masih dalam pengembangan teknologi. Sehingga dianggap belum menguntungkan. "Ini yang bikin kekhawatiran dan ini dipahami bersama," kata dia.

Butuh Dorongan dan Panduan

dan panduan
dan panduan.jpeg

Meski begitu, Ligaya menilai saat ini sudah ada harapan dari perbankan untuk bisa masuk ke sektor hijau. Hanya saja masih perlu didorong dan diberikan panduan. Termasuk memberikan insentif kepada sektor yang masih dinilai belum optimal.

"Beberapa menganggap sektor ini belum matang dibandingkan sektor lainnya maka perlu diberikan insentif," kata dia.

Kesadaran sektor perbankan untuk memberikan pembiayaan kepada sektor hijau perlu ditingkatkan lagi. Sehingga bisa mendorong pengusaha sektor hijau mendapatkan pembiayaan dari perbankan.

Untuk itu, Bank Indonesia akan terus merumuskan inovasi kebijakan yang bisa memberikan dorongan ke sektor perbankan. Semisal ada poin rasio pembiayaan inklusif jika memberikan pembiayaan ke sektor hijau.

"Kredit yang diberikan ini masuk ke pembiayaan inklusif, jadi arahnya ke depan ini akan ditetapkan dalam satu persentase tertentu," kata dia. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel