Alasan Perempuan India Lebih Suka Perjodohan demi Pernikahan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pernikahan merupakan momen yang sangat indah dan suatu ikatan suci untuk selamanya dengan seseorang yang dicintai. Terkait pernikahan, perempuan India masih lebih memilih perjodohan. Kebanyakan perempuan India menikah dalam ikatan pernikahan yang berawal dari perjodohan.

Mereka beralasan karena orangtua lebih tahu yang terbaik untuknya. Dalam beberapa kasus, pernikahan dengan kekasih mereka tampak seperti mimpi, dilansir dari laman Times of India, Senin, 26 Oktober 2020.

Perempuan yang menikah dengan perjodohan merasa lebih aman dan nyaman. Di India, perempuan percaya bahwa jika mereka menikah dengan pacar mereka selama bertahun-tahun merupakan suatu berkah, tapi bukan berarti orangtua mereka tidak menyetujuinya.

Orangtua mungkin tidak sepenuhnya menentang pria yang dicintainya. Namun, mereka pasti akan lebih bahagia jika putri mereka menikah dengan pria yang telah mereka putuskan untuknya.

“Kebijaksanaan gabungan dari anggota keluarga memungkinkan remaja putri merasa lebih aman. Jika memang ada masalah, mereka menganggap seluruh keluarga akan bergerak untuk menyelesaikan masalah tersebut, ”kata Dr Nirmala S. Rao, direktur, Aavishkar Center for Self Enrichment, kepada HuffPost India.

Untuk menghormati pilihan orangtua mereka, perempuan dengan sepenuh hati menyetujui ikatan yang diatur itu. Bagi mereka, perjodohan tidak kurang dari berkah.

Alasan Menerima Perjodohan

Ilustrasi pernikahan India. (dok. Pixabay.com/rajeshkoiri007)
Ilustrasi pernikahan India. (dok. Pixabay.com/rajeshkoiri007)

Apa alasan di balik wanita memilih perjodohan dalam masyarakat modern dan progresif juga mulai melihat pernikahan berdasarkan cinta dalam pandangan baru. Ini bukan lagi keinginan pemberontak atau menentang, tetapi adanya kepercayaan.

Perempuan percaya dan mencintai orangtua mereka. Mereka percaya pengalaman dan kebijaksanaan orang tua mereka sangat berarti saat menentukan pasangan seumur hidup. Mereka bahkan tidak ragu-ragu sedikit pun.

Orangtua di India lebih suka 'menggali' keluarga, latar belakang, karier, atau pengalaman masa lalu calon pengantin pria, stabilitas keuangan, perilaku di luar, dan lain-lain. Banyak konsultan pernikahan telah setuju bahwa seringkali klien mereka akan menempatkan penyelidik swasta untuk mengetahui lebih banyak tentang pengantin pria. Dengan pengetahuan yang begitu saksama, orang akan langsung setuju.

Perjodohan juga bisa dianggap sebagai 'rebound' dalam hal komitmen seumur hidup. Wanita juga sangat takut melanggar keinginan keluarga mereka untuk menikahi pria dari kasta atau agama yang berbeda. Karena perkawinan beda kasta merupakan stigma di India, perempuan biasanya menghindari konflik tersebut kecuali mereka benar-benar ingin memperjuangkannya.

Mempercayai naluri orangtua mereka, wanita memilih untuk terus maju dan menikahi orang asing setelah beberapa bulan pacaran. Tentu, beberapa perjodohan memang berakhir tetapi kebanyakan wanita melaporkan bahwa pernikahan mereka adalah kebahagiaan dan betapa beruntungnya mereka telah mempercayai keputusan orangtua mereka tentang perjodohan.

Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan video pilihan di bawah ini :