Alasan Polisi Hanya Sanksi Teguran ke Viral Pemain Sepatu Roda di Jalan Raya

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Metro Jaya melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) hanya memberi sanksi teguran serta edukasi terkait viral pemain sepatu roda di jalan raya. Selain teguran, polisi juga meminta surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan.

"Kita adakan pemanggilan untuk diklarifikasi dan diberikan edukasi (pemain sepatu roda)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Selasa (10/5).

Pemberian edukasi, kata Sambodo, adalah wujud kewajiban pihak Kepolisian memberikan tindakan tindakan represif non-justicial atau represif justicial.

Alasan lainnya, ialah para pemain sepatu roda tersebut baru kali pertama melanggar aturan.

"Dan karena ini baru pertama kali dilakukan kami sifatnya memberi peringatan edukasi dan pendidikan dan sekaligus juga memberi penjelasan ke masyarakat bahwa apa yang dilakukan oleh teman-teman pesepatu roda ini tentu adalah hal yang salah dan melanggar aturan," katanya.

Sebelumnya, Rombongan pemain sepatu roda ugal-ugalan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Aksi rombongan pemain sepatu roda itu direkam pengemudi mobil dalam video berdurasi 41 detik hingga viral di media sosial.

Video rombongan pemain sepatu roda itu salah satunya diunggah akun twitter @pativ7. Dalam video itu terlihat, aksi rombongan pemain sepatu roda di lajur tengah ruas jalan raya hingga menghalangi pengguna jalan lain.

Saat itu, pengemudi mobil merah menyalip rombongan sepatu roda dari sisi sebelah kanan. Pengemudi mobil sempat menegur salah satu pemain sepatu roda. Namun, dia terlihat tak terima dan malah memarahi pengemudi mobil.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel