Alasan Pria Ini Tiba-tiba Bakar Pemotor

Agus Rahmat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang pria inisial P (50 tahun), ditangkap polisi setelah secara tiba-tiba dan tanpa alasan jelas membakar seorang pengendara sepeda motor yang tengah mengisi angin ban motornya di sebuah bengkel, di samping kantor Kepolisian Sektor Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam pemeriksaan, P diketahui tinggal di Tambak Asri, Krembangan, Surabaya. Tapi kepada wartawan, ia mengaku berasal dari Solo, Jawa Tengah. Di Surabaya, sehari-hari ia mengaku menyusuri jalan kota tanpa tujuan. Tidur pun di sembarang tempat.

"Saya tidak ada rumah. Sudah dijual. Sekarang kalau tidur pindah-pindah," katanya.

Baca juga: Mondar-mandir di Depan Kantor Polisi, Pria Lalu Bakar Pemotor

Ia mengaku menjalani hidup nomaden, setelah ditinggal istri dan anaknya. Bahkan, keluarga besarnya sudah tidak sudi lagi menerima keberadaannya. Sudah begitu, ia mengaku memiliki banyak hutang. Tubuhnya juga digerogoti penyakit.

"Saya pergi ninggalkan mereka. Karena saya tidak pernah diterima lagi," tandas P.

P juga merasa sering dikejar-kejar penagih utang. Karena tekanan hidup, P mengaku sering mencoba bunuh diri, kendati sering pula urung dilakukan. Saat mondar-mandir di kantor Polsek Sawahan, ia mengaku hendak melaporkan penagih utang yang mengejar-ngejarnya.

"Sering ingin bunuh diri. Saya sudah tidak kuat hidup," ucapnya.

Saat membakar pemotor bernama Samsul Arifin, P mengaku seperti dikejar-kejar penagih utang. "Saya dikejar-kejar mereka. Ditagih hutang. Saya mau dikeroyok sama mereka. Pokoknya mereka semua mau membunuh saya," gumam dia.

Setelah membakar Samsul, P kemudian kabur ke arah barat. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sawahan Inspektur Polisi Satu Ristitano dan beberapa anggota lainnya mengejar. Tembakan peringatan yang diletuskan polisi tidak dihiraukan. P malah menceburkan diri ke Sungai Asemrowo. Ia menggamit pecahan kaca dan mengancam akan bunuh diri.

Hingga P menyerah setelah berhasil dibujuk. Ia kemudian dibawa ke kantor Polsek Sawahan. Risti mengaku pihaknya kini coba mencari tahu keberadaan keluarga pelaku.

"Selain itu nanti akan kami periksakan kondisi kejiwaannya karena beberapa kali diinterogasi agak berhalusinasi dan melebar dari konteks pertanyaannya," ujar Risti.