Alasan Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Pasar Uang Jadi Pilihan Investasi pada 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ekonomi saat ini dinilai masih belum pulih membuat para investor perlu cermat menempatkan pilihan investasi. Selain diharapkan dana tetap aman, tentunya investasi diharapkan mampu terus mencetak untung.

Head of Investment Research PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang adalah pilihan untuk mewujudkan tujuan investasi investor pada 2021.

Infovesta mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date dari 30 Desember 2020 hingga 31 Agustus 2021 hanya tumbuh 2,86 persen. Sementara secara bulanan (month on month/mom) IHSG hanya tumbuh 1,32 persen.

Wawan mengatakan, reksa dana pendapatan tetap dinilai tepat dijadikan pilihan karena kondisi tahun ini yang diwarnai oleh suku bunga rendah dan potensi kenaikan kecil membuat harga obligasi cenderung naik, dan stabil.

“Sehingga sepanjang tahun diperkirakan bisa mencapai sekitar 7 persen,” kata Wawan.

Sementara untuk reksa dana pasar uang layak dijadikan pilihan karena kebanyakan penempatan dana dialokasikan di deposito perbankan sehingga reksa dana ini tidak pernah mengalama pertumbuhan negatif. Hanya saja target pertumbuhan reksa dana pasar uang ini relatif terbatas, sekitar 3,5 persen.

Untuk reksa dana saham, kata Wawan, diperkirakan masih sangat bergejolak, karena terkait pertumbuhan ekonomi yang sangat terdampak oleh kesehatan. Sehingga saat ini pertumbuhan reksa dana saham masih cenderung negatif.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pilihan Reksa Dana

Bagi Anda yang seorang pemula dalam dunia investasi, Reksa Dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi terbaik
Bagi Anda yang seorang pemula dalam dunia investasi, Reksa Dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi terbaik

Berikut adalah enam reksa dana pendapatan tetap yang mencetak keuntungan terbesar secara year to date (ytd) dari 30 Desember 2020 hingga 31 Agustus 2021

1. Batavia Obligasi Bertumbuh 2 (6,57 persen)

2. Mega Dana Pendapatan Tetap (6,37 persen)

3. Panin Dana Obligasi Bersama Dua (6,36 persen)

4. Sucorinvest Stable Fund (6,35 persen)

5. Si Dana Obligasi Maxima (6,24 persen)

6. Bahana Income Bone Fund (6,17 persen)

Berikut adalah enam reksa dana pasar uang yang mencetak keuntungan terbesar secara year to date (ytd) dari 30 Desember 2020 hingga 31 Agustus 2021

1. Insight Money (3,78 persen)

2. Sucorinvest Money Market Fund (3,54 persen)

3. Danamas Rupiah Plus (3,52 persen)

4. Prospera Dana Lancar (3,47 persen)

5. Star Money Market (3,45 persen)

6. HPAM Ultima Money Market (3,42 persen)

Wawan menyarankan untuk investor yang berfokus investasi di reksa dana hendaknya melakukan diversifikasi alokasi investasi di beberapa produk investasi.

Wawan menyarankan investor menempatkan dana investasinya di produk investasi berbasis obligasi sebanya 50 persen, selanjutnya menempatkan dananya sebesar 30 persen di produk investasi berbasis saham dan sisanya sebanyak 20 persen, sebaiknya ditempatkan di produk berbasis pasar uang.

"Untuk Reksa Dana pendapatan tetap saya sarankan yang isinya lebih banyak pada surat utang negara (SUN) , untuk Reksa Dana pasar uang, investor bisa memilih yang mudah ditransaksikan dan pencairannya cepat," kata Wawan.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel