Alasan Tajam Gatot Nurmantyo Mau Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan yakin dengan vaksin Nusantara yang digagas dokter Terawan Agus Putranto. Menurut dia, vaksin Nusantara tidak seperti yang digembar-gemborkan banyak pihak karena menggunakan bahan-bahan medis dari luar negeri.

"Sepengetahuan saya tidak ada benda asing yang dimasukkan. Karena vaksin ini diambil dari darah sendiri kemudian dipisah darah putihnya, diambil sel dendriti, kemudian dikenalkan dengan sel COVID. Kemudian setelah itu dimasukkan kembali," kata Gatot dalam acara Kabar Petang tvOne, yang cuplikan videonya juga diunggah lewat akun Instagram miliknya, Jumat 16 April 2021.

Gatot sendiri tidak khawatir apalagi merasa takut dengan vaksin Nusantara yang sebelumnya pada uji klinis tahap I para relawan setelah disuntik diketahui mengalami gejala yang tidak diinginkan. Bagi purnawirawan Jenderal bintang empat itu, gejala dari setiap suntik vaksin memang biasanya ada. Hal itu terjadi juga pada setiap orang yang ingin disntuk vaksin cacar atau lainnya.

"Saya pernah divaksin berbagai macam vaksin. Ada yang panas dingin, ada yang flu. Kan biasa itu adaptasi. Ini suatau hal biasa, apalagi ini uji klinis tingkat I. Kecuali ada yang meninggal ah itu baru waspada," kata dia.

"Kan saya belum coba vaksin Nusantara. Nanti kalau sudah coba baru saya sampaikan," sambung dia.

Namun yang paling penting kata Gatot, metode berbasis sel dendritik yang digunakan vaksin Nusantara ini sudah dikembangkan sejak tahun 2015 untuk penyakit lain. Ia sudah mengikuti metode itu dan menurutnya mengalami kemajuan.

Gatot menilai, terobosan yang dibuat oleh Terawan untuk vaksin COVID-19 perlu didukung. Mantan Menteri Kesehatan itu kata dia adalah anak bangsa juga punya niat menyelamatkan bangsanya sendiri agar terlindungi dan negara punya pertahanan dalam menghadapi pandemi.

"Dan tidak bergantung dengan negara lain," ujarnya.