Alasan Telkom Gabungkan Bisnis Data Center

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana menggabungkan (merger) bisnis data center dari tiga entitas usaha grup Telkom. Yakni PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), dan Data Center Telkom.

Rencana ini ditargetkan selesai dalam 2-3 tahun. VP Investor Relations Telkom, Andi Setiawan mengatakan, rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian dan tahap berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik yang akan memberikan manfaat terbesar bagi Perusahaan.

"PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk saat ini dalam proses pendalaman atau mempelajari untuk mengkonsolidasikan bisnis data center dan selanjutnya dikelola oleh satu entitas dalam Group,” ujar Andi dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (22/10/2021).

Perseroan menilai, bisnis data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi. Sehingga akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi TelkomGroup secara keseluruhan apabila dilakukan value unlocking.

Dalam rangka proses melakukan value unlocking tersebut, bisnis data center perlu dikonsolidasikan terlebih dahulu.

"Proses penggabungan bisnis data center masih dalam kajian dan perencanaan Perusahaan. Kami berharap konsolidasi dan value unlocking bisnis data center ini dapat terwujud dalam 2-3 tahun mendatang," ungkap Andi.

Adapun rencana ini, kata Andi, dalam rangka transformasi Perusahaan menuju digital telco company. Data center merupakan bagian penting dari ekosistem digital Telkom sebagai digital platform atas berbagai digital services Telkom.

"Strategi konsolidasi dan value unlocking data center diharapkan dapat menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi seluruh stakeholders Perusahaan,” pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham TLKM

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021, saham TLKM naik 0,52 persen ke posisi Rp 3.870 per saham. Saham TLKM dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 3.860 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.310 kali dengan volume perdagangan 761.256. Nilai transaksi Rp 293,5 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel