Alasan Transkon Jaya Spin Off Anak Usaha Penyedia Jasa Internet

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan yang bergerak di bidang Penyewaan Kendaraan dan Penyedia Layanan Jaringan Internet, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) melakukan pemisahan (spin off) anak usahanya yang bergerak di bidang penyedia jasa internet.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Transkon Jaya Tbk Lexi Roland Rompas melalui keterbukaan informasinya ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia (BEI/Bursa), yang dikutip Liputan6.com, Rabu (12/1/2022).

Rencananya perseroan memiliki sebanyak 90 persen saham anak usaha hasil spin off ini. Sementara sisa 10 persen saham lainnya, sebesar 5 persen akan dimiliki oleh PT Damai Investama Sukses (DIS) dansebesar 5 persen lainnya dimiliki oleh PT MSJ Investama Abadi (MSJ) yang mana keduanya merupakan Induk Perseroan.

Hingga informasi ini disampaikan, DIS memiliki sebanyak 45,10 persen saham TRJA, MSJ memiliki sebanyak 30,07 persen saham TRJA, dan sisanya sebanyak 24,83 persen dimiliki oleh publik.

Adapun bisnis penyedia jaringan internet ini sendiri telah dirambah Transkon sejak 2011. Perseroan terkenal dengan brand “PACNet” yang memiliki kegiatan usaha sebagai penyedia layanan jaringan internet yang berfokus di wilayah terpencil khususnya daerahKalimantan dan Indonesia Timur dengan sasaran utama perusahaan perkebunan dan perumahan.

PACNet melayani jasa IT dan komunikasi ke seluruh pelanggan di Indonesia, sejauh ini segmenusaha PACNet telah memiliki 155 customer yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ada lima produk unggulan dalam operasi bisnis PACNET yaitu:

1. WirelessBroadband Internet yang menyediakan jasa akses internet wireless dengan beberapa jaluralternatif koneksi yang dapat menghubungkan customer ke kantor menggunakan perangkatradio terbaik dan back up catu daya yang mampu memenuhi standar uptime,

2. Fiber Optic yang menyediakan jasa akses internet menggunakan infrastruktur fiber optic ke seluruh kota diIndonesia yang memiliki beberapa jalur alternative koneksi ke backbone Indonesia danInternasional,

3. IPVPN MPLS yang menyediakan layanan fiber optic, pengelolaan penuh,aman, dadn VPN (Virtual Private Network) berkemampuan tinggi dengan MPLS (MultiprotocolLabel Switching),

4. Web & Mail Hosting yang menyediakan jasa hosting website dan email serta jasa desain website; dan

5. VSAT IP yang menggunakan sistem jalur koneksi satelit komunikasi point-to-point ke provider satelit menggunakan dish 1.2m atau 1.8m (tergantungbandwidth customer), dan tetap dapat terkoneksi menggunakan jalur frekuensi C-Band di lokasi customer yang terkecil sekalipun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengembangan Bisnis

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dengan pemisahan segmen usaha dengan membentuk entitas anak, Transkon berupaya melakukan diversifikasi dan pengembangan bisnis yang lebih besar.

Dengan semakin berinovasinya segmen industri customer dan semakin luasnya jangkauan pangsa pasar bisnis penyedia layanan jaringan internet ini, ada peningkatan pendapatan bisnis, dan bisnis bisa lebih terpusat dan dikelola dengan mandiri.

Berikut merupakan beberapa manfaat yang dihasilkan setelah pemisahan bisnis ini:

1. Akselerasi Pengembangan Usaha pada Segmen Usaha Internet Service Provider

2. Meningkatkan Optimalisasi Pemanfaatan Aset

3. Meningkatkan Kualitas Proyek Pengembangan Internet Service Provider

4. Membuka Kesempatan untuk Meningkatkan Struktur Permodalan

5. Memberikan Manfaat Bagi Pemegang Saham

Hingga 30 Juni 2021, Transkon memiliki aset sebesar Rp 587,91 miliar. Sebanyak Rp 299,26 miliar merupakan kewajiban, dan sisanya sebesar Rp 288,65 miliar merupakan ekuitas.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel