Alat Pelacak Narapidana Ini Tahan Gunting dan Anti Air

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Perusahaan rintisan atau startup penyedia layanan GPS Tracker, Fox Logger, tidak henti-hentinya membuat gebrakan. Setelah meluncurkan Fox Logger ID Card (alat berkomunikasi sekaligus pemantau penderita COVID-19) dan Telekumo (aplikasi pelacak untuk keluarga dan karyawan), kini merilis Fox Logger for Prisoner.

Fox Logger for Prisoner adalah alat pelacak yang digunakan untuk memantau dan melacak para narapidana. Secara teknis, mekanisme atau pola kerjanya tidak jauh berbeda dengan produk Fox Logger lainnya, yakni berbasis IoT (internet of things) untuk melakukan tracking (pelacakan sekaligus pemantauan) atas objek yang menggunakan peralatan tersebut.

Baca: Spotify Serius Garap Podcast

"Kami ingin membantu Kementerian Hukum dan HAM serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam melakukan monitoring dan pelacakan pada narapidana," kata Kepala Eksekutif Fox Logger, Alamsyah Cheung, Selasa, 23 Februari 2021.

Jika pernah melihat di sejumlah film bertema investigasi atau action crime, sering melihat narapidana dipasangi alat, terutama tahanan rumah maupun tahanan kota. Dengan begitu, ketika mereka keluar dari radius yang telah ditentukan, maka alarm otomatis akan berbunyi.

Fox Logger for Prisoner yang diluncurkan ini merupakan GPS Tracker pertama di Indonesia yang dihadirkan untuk mempermudah pemantauan dan pelacakan narapidana. Sebagai informasi, GPS Tracker merupakan alat pelacak kendaraan yang berfungsi memantau aktivitas pergerakan kendaraan setiap harinya.

Alat ini kemudian menyimpan data tersebut dalam database. Pantauan tersebut meliputi jarak tempuh harian, posisi/lokasi kendaraan secara real-time, kecepatan laju kendaraan, lama mesin kendaraan menyala hingga pemakaian bahan bakar.

Bagaimana dengan harga? Karena ini bukan produk untuk pasar ritel, maka pihak Fox Logger tidak mengungkapkan harga jual perangkatnya. “Produk ini tidak hanya ringan dan kuat, tapi juga tahan gunting, nyaman dipakai serta anti air,” tutur Alamsyah. Berikut spesikasi alat pelacak dan pemantau narapidana tersebut:

Lokasi: GPS, Wi-Fi, LBS, Bluetooth
Dimensi: 96 (h) x 58 (w) x 28 (d) mm (tidak termasuk strap),
Kekuatan Pengikat: Anti-tamper, adjustable conductive silicone strap,
Berat: 200 gram,
Daya Baterai: 3.500mAh,
Lama Bekerja: kurang lebih 70 jam,
Tipe kartu SIM: Micro-SIM,
Anti air: IP68,
Suhu Bekerja: 20-60 derajat Celcius.