CePAD, Alat Rapid Test Buatan Dalam Negeri Karya Unpad

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung terus mengembangkan rapid test berbasis antigen untuk mendeteksi COVID-19 yang dinamai CePAD. Alat tes karya anak negeri itu diklaim mempunyai akurasi 91,5 persen dengan kategori excellent.

Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Diana Sari menjelaskan, pengembangan CePAD ditargetkan mampu mencapai 250 ribu unit dan dapat dijual dengan harga Rp70 ribu per unit kalau diproduksi sebanyak 1 juta unit. Alat itu memiliki spesifikasi sensitivitas 80 persen, spesivisitas 93 persen, dan akurasi 91 persen

Unpad, kata Diana kepada VIVA, Rabu, 3 Februari 2021, telah memproduksi sebanyak 25 ribu unit dan sudah habis. Mereka kini memproduksi lagi sebanyak 50 ribu unit dan ditargetkan dapat memproduksinya 250 ribu unit.

Baca: Ditemukan Tiga Varian Baru Virus Corona dan Lebih Menular dari Aslinya

Diana optimis pasar menerima produk itu karena terus menunjukkan tren positif dan berpotensi memperbanyak jumlah produksi. Bahkan, harga alat ini bisa dijual dengan harga murah jika pesanan meningkat.

"Responsnya cukup baik, hanya memang dari harga dibandingkan yang impor, masih tinggi. Kita pastikan apabila produksi banyak bulan Maret harganya bisa kompetitif, bisa Rp70 ribu per kit dengan syarat produksinya jutaan," ujarnya.

Pengembangan alat itu tertantang dengan memperbanyak sampel spesimen positif COVID-19 untuk memperkuat inovasi. "Kenapa kita akurasi masih belum nambah karena akses mendapat yang positif belum banyak; mendeteksi virus jadi CT kurang dari 25, kita masih keterbatasan akses, masih 250 sampel pasien positif," katanya.

Menurutnya, pengembangan bisnis CePAD diproyeksikan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar digunakan sebagai alat tes penelusuran COVID-19.

"Sekarang [produk] kita masih [digunakan terbatas di wilayah] di Jawa Barat. Kami sangat harapkan, setelah lulus dan masuk katalog nasional bisa memudahkan pemasaran ke luar Jawa Barat. Sekarang sudah penawaran ke BNPB," katanya.