Alaves Vs Barcelona Diwarnai Polemik Manajemen

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jelang pertandingan Alaves vs Barcelona dalam lanjutan LaLiga di di Estadio Mendizorrotza, Minggu dini hari WIB 1 November 2020, ada keputusan yang menarik perhatian. Presiden Interim Barcelona, Carles Tusquets memecat Jaume Masferrer dari jajaran manajemen.

Masferrer sebelumnya menjabat sebagai penasehat Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu yang mengundurkan diri. Disinyalir, dia juga terlibat dalam skandal penggunaan pihak ketiga yang sempat membuat heboh.

Manajemen Barcelona era Bartomeu diketahui telah menyewa agensi public relations secara diam-diam. Tujuannya untuk memperburuk citra mantan pemain atau pemain tim asal Catalan yang kontra dengan manajemen.

Dikutip dari Sport, Tusquets tak mau masalah ini terus menggelayuti Barcelona. Karena itulah dia menegaskan sikap bakal melakukan pembenahan secara total sampai diketahui kebenarannya.

Status Masferrer sebagai bagian dari manajemen sempat dibekukan beberapa waktu lalu. Karena ada investigasi yang melibatkan dirinya. Ketika itu dia tetap mendapatkan gaji.

Audit yang dilakukan oleh Price Waterhouse Coopers kemudian menyatakan Masferrer tidak terlibat dalam 'Barcagate' ketika itu. Tapi itu tak menghentikan Tusquets untuk melakukan pemecatan.

Barcelona akan kembali menggelar pemilihan Presiden dalam kurun waktu 90 hari mendatang. Polemik yang terjadi di jajaran petinggi ini membuat khawatir para suporter.

Karena bisa saja berdampak kepada pengelolaan tim secara keseluruhan. Bahkan sempat muncul penolakan dari pemain atas gagasan manajemen melakukan pemangkasan gaji.

Manajemen Barcelona mengajukan gagasan itu karena kondisi finansial di era pandemi COVID-19 menjadi sulit. Mereka harus mencari cara bagaimana menghindari jurang kebangkrutan.

Pemain menolak pengajuan itu. Mereka merasa layak untuk mendapatkan gaji penuh karena juga bermain dalam jadwal seperti biasa, bahkan lebih padat ketimbang musim lalu.

Isu yang beredar, pemain yang paling depan memimpin gerakan penolakan adalah Lionel Messi. Pemain yang selama ini selalu dianggap sebagai wajah utama Barcelona dalam setiap kesepatan.