Alberto Goncalves, Cristian Gonzales, Otavio Dutra, dan 8 Pemain Naturalisasi Uzur di Liga 1 dan Liga 2: Yakin Masih Bersinar?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Usia bukan penghalang bagi pesepak bola untuk eksis berkarier di Liga 1 dan Liga 2, terlebih untuk pemain naturalisasi. Berkat statusnya, pemain naturalisasi punya karier yang lumayan panjang.

Sejumlah klub Liga 1 dan Liga 2 musim ini nekat untuk mengontrak maupun mempertahankan pemain naturalisasi usia uzur. Apa sebab? Selain pengalaman, kualitasnya dianggap di atas rata-rata pemain lokal.

Klub Liga 2 lebih berani daripada tim Liga 1. Beberapa tim masih memercayai pemain naturalisasi meski usianya telah menginjak kepala empat!

Label sebagai mantan pemain asing menjadi godaan untuk klub merekrut pemain naturalisasi. Mereka pada umumnya lebih baik dalam menjaga kondisi ketimbang pemain lokal di usia senja.

Bola.com merangkum sepuluh pemain naturalisasi uzur di atas 35 tahun yang masih bertahan di Liga 1 dan Liga 2. Berikut ulasannya.

1. Cristian Gonzales (44 Tahun)

Pemain RANS Cilegon FC, Cristian Gonzales saat melakukan sesi latihan jelang pertandingan ujicoba melawan Arema FC di Lapangan Kusuma Agro Wisata, Kota Batu. (Foto: Bola.com/Iwan Setiawan)
Pemain RANS Cilegon FC, Cristian Gonzales saat melakukan sesi latihan jelang pertandingan ujicoba melawan Arema FC di Lapangan Kusuma Agro Wisata, Kota Batu. (Foto: Bola.com/Iwan Setiawan)

Cristian Gonzales menjadi pemain naturalisasi tertua di Liga 1 dan Liga 2. Setelah sempat menganggur selama semusim, penyerang kelahiran Montevideo, Uruguay itu direkrut oleh klub Liga 2, RANS Cilegon United.

Sepanjang kariernya, Gonzales sekali menjuarai Liga Indonesia pada 2006 dan empat kali keluar sebagai pemain tersubur pada 2005, 2006, 2007/2008, dan 2008/2009.

Gonzales, yang berusia 44 tahun, masih menolak untuk berhenti bermain sepak bola profesional. Kata Data mencatat, pemain yang karib dipanggil El Loco itu menorehkan 249 gol di Liga Indonesia, terbanyak di antara yang lainnya.

Gonzales resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2010. El Loco telah bermain di Indonesia sejak 2003.

2. Herman Dzumafo (41 Tahun)

Pemain Bhayangkara FC, Herman Dzumafo usai melawan Persita Tangerang pada laga uji coba di NYCT, Sawangan (11/01/2018). Bhayangkara FC kalah 0-2. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Pemain Bhayangkara FC, Herman Dzumafo usai melawan Persita Tangerang pada laga uji coba di NYCT, Sawangan (11/01/2018). Bhayangkara FC kalah 0-2. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Herman Dzumafo sempat dikabarkan akan pensiun pasca-dilepas Bhayangkara Solo FC pada awal tahun ini. Pasalnya, usianya telah menginjak 41 tahun.

Sama seperti Gonzales, Dzumafo belum mau meninggalkan dunia yang membesarkan namanya. Penyerang kelahiran Douala, Kamerun itu rela turun kasta ke Liga 2 untuk membela Dewa United.

"Kami sudah menghitung semua tentang Herman Dzumafo dan hasilnya staf pelatih beranggapan dia masih mampu bersaing di Liga 2. Sekarang, tugas tim kebugaran kami yang akan bekerja untuk membuat fisik Dzumafo jauh lebih muda seperti 10 tahun lalu," kata COO Dewa United, Rendra Soedjono terkait alasan timnya mengontrak Dzumafo.

Dzumafo, yang berkarier di Indonesia sejak 2008, menyandang status sebagai WNI pada 2017.

3. Alberto Goncalves (40 Tahun)

Striker Persis Solo, Alberto Goncalves saat berlatih di Stadion UNS. (Dok Persis Solo)
Striker Persis Solo, Alberto Goncalves saat berlatih di Stadion UNS. (Dok Persis Solo)

Liga 2 memang sarangnya pemain naturalisasi gaek. Setelah Gonzales dan Dzumafo, masih ada Alberto Goncalves.

Beto, karibnya disapa, didatangkan Persis Solo dari Madura United. Meski usianya sudah memasuki masa pensiun, pemain kelahiran Belem, Brasil itu masih produktif.

Beto membukukan 18 gol untuk Madura United pada musim terakhir kompetisi bergulir penuh pada 2019. Total, mantan striker Timnas Indonesia ini mencetak 149 gol di Liga Indonesia.

Beto tiba di Indonesia sejak 13 tahun lalu dan menerima paspor Indonesia pada 2018.

4. Fabiano Beltrame (38 Tahun)

Bintang baru Persis Solo, Fabiano Beltrame. (Dok Persis Solo)
Bintang baru Persis Solo, Fabiano Beltrame. (Dok Persis Solo)

Fabiano Beltrame masih laris manis di sepak bola Indonesia. Sudah berusia 38 tahun, bek kelahiran Foz do Iguacu, Brasil itu mampu memikat Persis Solo.

Mantan pemain Persija Jakarta itu tiba-tiba mundur dari PSS Sleman untuk bergabung dengan Persis belum lama ini. Fabiano telah bermain di Indonesia sejak 2005. Bek berpostur 184 cm itu menjadi WNI pada akhir 2019.

5. Otavio Dutra (37 Tahun)

Pemain Persija Jakarta, Otavio Dutra, saat pengenalan tim untuk kompetisi musim 2020 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (23/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Persija Jakarta, Otavio Dutra, saat pengenalan tim untuk kompetisi musim 2020 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (23/2/2020). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Begitu lepas dari Persebaya Surabaya, Persija Jakarta bergerak cepat mengontrak Otavio Dutra selama dua tahun. Kondisi itu menjadi bukti bahwa kemampuan bek berusia 37 tahun ini masih diakui.

Pemain lahir di Fortaleza, Brasil, telah berkiprah di Indonesia sejak 2010. Dutra dua kali menjuarai Liga Indonesia bareng Persipura Jayapura pada 2013 dan Bhayangkara FC pada 2017.

Dutra berhasil mendapatkan status sebagai WNI pada 2019. Mantan palang pintu Gresik United ini juga sempat dipanggil ke Timnas Indonesia sewaktu masih dilatih Simon McMenemy. Yuk scroll ke bawah untuk melihat potret pemain naturalisasi berusia uzur lainnya.

6. Raphael Maitimo (37 Tahun) - Persita Tangerang - Liga 1

Gelandang Persita Tangerang, Raphael Maitimo. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)
Gelandang Persita Tangerang, Raphael Maitimo. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

7. O.K. John 37 (Tahun) - Persik Kediri - Liga 1

Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) berebut bola dengan bek Persik Kediri, OK John dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Persebaya Surabaya, Samsul Arif (kiri) berebut bola dengan bek Persik Kediri, OK John dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

8. Khairallah Abdelkbir (37 Tahun) - Persis Solo - Liga 2

Pemain baru Persis Solo, Khairallah Abdelkbir, yang mulai ikut berlatih. (Dok Persis Solo)
Pemain baru Persis Solo, Khairallah Abdelkbir, yang mulai ikut berlatih. (Dok Persis Solo)

9. Silvio Escobar (35 Tahun) - Madura United - Liga 1

Pemain Persiraja Banda Aceh, Silvio Escobar Benitez (kiri), berebut bola dengan pemain Persita Tangerang, Syaeful Anwar, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 Grup D di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). (Foto: Bola.com/Arief Bagus)
Pemain Persiraja Banda Aceh, Silvio Escobar Benitez (kiri), berebut bola dengan pemain Persita Tangerang, Syaeful Anwar, dalam pertandingan Babak Penyisihan Piala Menpora 2021 Grup D di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). (Foto: Bola.com/Arief Bagus)

10. Victor Igbonefo (35 Tahun) - Persib Bandung - Liga 1

Selebrasi pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo (kiri) dan Esteban Vizcarra usai menjebol gawang PS Sleman dalam laga leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (16/4/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Selebrasi pemain Persib Bandung, Victor Igbonefo (kiri) dan Esteban Vizcarra usai menjebol gawang PS Sleman dalam laga leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (16/4/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

11. Esteban Vizcarra (35 Tahun) - Persib Bandung - Liga 1

Gelandang Bali United, Hariono (kanan) terus mengawal mantan rekannya di Persib Bandung, gelandang Esteban Vizcarra dalam laga Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Bali United bermain Imbang 1-1 dengan Persib. (Bola.com/Arief Bagus)
Gelandang Bali United, Hariono (kanan) terus mengawal mantan rekannya di Persib Bandung, gelandang Esteban Vizcarra dalam laga Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Rabu (24/3/2021). Bali United bermain Imbang 1-1 dengan Persib. (Bola.com/Arief Bagus)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel