Albon berharap tuah cat rambut bantu cetak poin lagi bagi Williams

Alexander Albon berkelakar mengatakan pewarna merah yang menghiasi rambutnya turut membantunya mencetak poin bagi Williams untuk kedua kalinya dalam tiga balapan terkini yang ia jalani.

Pebalap Thailand kelahiran Inggris itu muncul dengan tampilan baru di mahkota kepalanya itu pada bulan lalu di Grand Prix Australia dan mencuri satu poin setelah finis P10.

Di GP Emilia Romagna di Imola, dengan pewarna rambut yang mulai memudar, pebalap berusia 26 tahun itu finis P11.

Kemudian saat tampil di debut GP Miami, Albon tampil lebih segar mengecat kembali rambutnya dengan rambut merah, menjalani balapan dari P18 hingga finis P9.

"Tidak perlu lagi upgrade, Anda tinggal perlu mengecat rambut Anda. Itu yang diperlukan," kata Albon kepada Sky Sports TV seperti dikutip Reuters, Senin.

Baca juga: Verstappen kalahkan Leclerc di debut Grand Prix Miami

Mantan pebalap tim Red Bull itu menerangkan rencananya untuk sesi latihan Jumat.

"Kami mengecatnya sebelum Melbourne dan finis kesepuluh dan kemudian saat warnanya memudar, kami finis ke-11 di Imola. Jadi itu mulai mempengaruhi performa," kata dia. "Jadi, kami mengecatnya ulang, berharap untuk poin lagi."

Keringat saat membalap di panasnya Miami juga memiliki efek yang dramatis.

"Balaclava saya kena luntur warna merah, merah terang. Seluruh catnya merembes. Saya terlihat seperti dipenggal," kata Albon.

"Kami mengatakan bahwa apabila saya mencetak poin akhir pekan ini seluruh tim akan mengecat merah rambutnya. Saya masuk ke ruang engineering dan mereka semua mulai menarik kembali komentarnya dengan 'ah bukan, kalau podium'."

Baca juga: Podium berturut-turut Max Verstappen diharapkan terus berlanjut

Albon mengatakan bahwa baik dirinya maupun Williams, masih berada di peringkat terakhir dan tiga poin tertinggal dari Aston Martin yang menempati peringkat sembilan, sedang naik perlahan-lahan.

"Saya merasa saya melakukan tugas lebih baik dari beberapa tahun lalu," kata pebalap yang absen pada musim 2021 setelah kehilangan bangkunya di tim Red Bull karena Sergio Perez tersebut.

"Saya memiliki satu tahun untuk memilih tempat di mana saya ingin bekerja dan dewasa.

"Kami sedang bangkit dan diri saya juga. Saya merasa saya lebih baik setiap membalap, saya lebih berpengalaman dari sebelumnya dan saya merasa sangat baik."

Baca juga: Podium Miami dorongan semangat bagi Sainz menuju Grand Prix Spanyol
Baca juga: Mercedes sadari mereka masih belum mampu kejar Ferrari dan Red Bull

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel