Aleix Espargaro Ingin Pensiun Tiga Tahun Lagi

Gerald Dirnbeck
·Bacaan 2 menit

Pembalap Aprilia Racing Team Gresini itu akan berumur 32 tahun pada 30 Juli 2021, sedangkan Rossi merayakan ulang tahun ke-42, 16 Februari.

Dengan mundurnya Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow dari balapan level premier, maka keduanya jadi ‘sesepuh’.

Kendati demikian, Espargaro belum mau pensiun dalam waktu dekat. Ia malah menyusun program agar tetap prima dan bisa bersaing dengan lawan-lawan yang lebih muda.

“Jika Anda bertanya kepada pembalap yang lebih tua, dia akan selalu menjawab, ‘Saya merasa lebih baik daripada sebelumnya dalam karier’,” katanya.

“Dalam kasus saya, saya merasakan itu! Saya merasa sangat fit dan tak pernah lebih ringan daripada sekarang di kisaran 64-65 kilogram. Dalam dua atau tiga tahun, saya mengubah diet dan metode latihan saya.”

Espargaro bahkan membuat ruang khusus untuk berlatih kebugaran di lantai dasar rumahnya. Pembalap yang tinggal di Andorra tersebut juga suka bersepeda. Tak heran kalau ia jadi salah satu pembalap paling fit di MotoGP.

Baca Juga:

Aleix Espargaro Batal Pensiun Gegara Aprilia 2020 Aprilia Klaim Aleix Espargaro Terlalu Sering Blunder

Rider Spanyol tersebut mempertimbangkan untuk undur dari ajang itu setidaknya tiga tahun lagi karena punya misi pribadi. Apalagi kontraknya diperpanjang Aprilia hingga 2022.

Ia mengaku sempat ingin pensiun sebelum musim lalu, tapi performa motor Aprilia yang mengesankan, membuatnya mengubah pikiran.

“Saya kira, saya masih punya tiga tahun lagi. Saya ingin membuktikan bahwa saya cepat dan dapat membawa Aprilia ke enam besar. Itu target saya,” ia melanjutkan.

“Saya merasa bagus di Aprilia. Saya kenal dengan semua orang. Kami seperti keluarga. Saya merasa kuat dan masih jadi pembalap yang sangat cepat.”

Masalah fisik dan teknis tidak jadi kendala, yang memberatkan Espargaro adalah berjauhan dari keluarga dalam jangka waktu lama. Apalagi dalam musim 2020, yang dibayangi pandemi Covid-19, jadwal lomba dipadatkan.

Espargaro pun jarang pulang ke rumah keluarganya. Kini setelah musim berakhir, ia bisa menghabiskan waktu dengan sang istri, Laura Montero, dan dua anak kembarnya.

“Yang membuat masalah adalah kalender. Saya punya keluarga impian. Tidak mudah bagi saya berpisah dengan mereka. Itu mungkin jadi hal yang paling berat. Tahun ini situasinya sangat sulit,” ucapnya.