Alexander Pulalo Tak Setuju dengan Program Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, Kenapa Ya?

Bola.com, Jakarta - Program naturalisasi terus dilakukan PSSI dan Pemerintah Republik Indonesia. Tujuannya jelas untuk meningkatkan prestasi Timnas Indonesia.

Beberapa tahun lalu, fokus naturalisasi ditujukan kepada pemain asing yang sudah lama dan tampil apik di Liga Indonesia. Cristian Gonzales, Beto Goncalves, Victor Igbonefo, dan Ilija Spasojevic adalah beberapa diantaranya.

Mereka sama sekali tidak punya darah keturunan Indonesia. Namun, mendapatkan keistimewaan untuk dinaturalisasi karena kemampuan dan masa tinggal yang sudah lama di Tanah Air.

Tren kemudian berubah. Belakangan semakin banyak pemain naturalisasi yang berasal dari pemain keturunan yang disiapkan untuk Timnas Indonesia.

Terbaru kita tentu tidak asing dengan nama Jordi Amat dan Sandy Walsh. Keduanya lama berkarier di Eropa tapi sama-sama punya darah Indonesia.

Tidak Penting

Eks pemain Arema, Alexander Pulalo. (Tangkapan layar kanal Youtube Registaco)
Eks pemain Arema, Alexander Pulalo. (Tangkapan layar kanal Youtube Registaco)

Legenda sepak bola Indonesia, Alexander Pulalo tidak setuju dengan program naturalisasi itu. Menurut dia, masih banyak pemain lokal yang potensinya belum semuanya digali.

"Kalau buat Timnas nggak perlu naturalisasi, cari pemain di kita itu banyak pemain lokal, naturalisasi itu nggak penting," ujar Alex Pulalo di kanal Youtube Registaco belum lama ini.

Kualitas B Aja

Lebih lanjut, Pulalo merasa kualitas pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia kualitasnya tidak terlalu spesial. Tidak berbeda jauh dengan para pemain lokal.

"Saya lihat kalau ambil pemain naturalisasi itu mainnya harus jauh lebih tinggi dari pemain kita. Ini yang diambil pemainnya yang selevel," ujarnya.

Program Sia-sia

<p>Marc Klok (tengah) akhirnya mendapatkan pemanggilan pertamanya di Timnas Indonesia pada ajang SEA Games 2021 ini. Sang gelandang andalan Persib Bandung terebut sejatinya telah menjalani proses naturalisasi pada November 2020 lalu namun gagal membuktikan garis keturunan maksimal dari kakek atau neneknya ke FIFA. Kehadirannya tentu akan menambah kekuatan lini tengah skuat Garuda Muda dan untuk membantu meraih medali emas di ajang olahraga tertinggi di Asia Tenggara tersebut. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Marc Klok (tengah) akhirnya mendapatkan pemanggilan pertamanya di Timnas Indonesia pada ajang SEA Games 2021 ini. Sang gelandang andalan Persib Bandung terebut sejatinya telah menjalani proses naturalisasi pada November 2020 lalu namun gagal membuktikan garis keturunan maksimal dari kakek atau neneknya ke FIFA. Kehadirannya tentu akan menambah kekuatan lini tengah skuat Garuda Muda dan untuk membantu meraih medali emas di ajang olahraga tertinggi di Asia Tenggara tersebut. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pulalo juga menyebut kebanyakan pemain yang selama ini dinaturalisasi sudah berusia 30 tahun atau lebih. Di usia tersebut, para pemain hanya punya beberapa tahun saja bermain di Timnas.

"Saya pikir percuma cari pemain seperti itu. Apalagi kalau umurnya udah 30 tahun paling main di Timnas satu dua tahun sudah habis," jelas Alex Pulalo.

Roberto Carlos dari Indonesia

Mantan atlet pesepakbola, Alexander Pulalo, saat ditemui di Jogjakarta, Jawa Tengah, Selasa, (17/7/2018). Para legenda olahraga Indonesia tersebut akan mengikuti Kirab Obor Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Mantan atlet pesepakbola, Alexander Pulalo, saat ditemui di Jogjakarta, Jawa Tengah, Selasa, (17/7/2018). Para legenda olahraga Indonesia tersebut akan mengikuti Kirab Obor Asian Games 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Alexander Pulalo dikenal sebagai bek kiri yang eksplosif ketika masih aktif bermain. Sosok kelahiran Jayapura itu bahkan sempat mendapatkan julukan Roberto Carlos-nya Indonesia.

Secara postur, Pulalo memang mirip dengan Roberto Carlos. Ditambah tendangannya juga cukup keras meski tidak sekeras tendangan milik Carlos.

Alexander Pulalo juga pernah bermain di Piala Asia. Itu ia lakukan pada Piala Asia 2004 yang digelar di Tiongkok.

Saat itu, Timnas Indonesia mengakhiri babak fase grup di urutan ketiga klasemen. Tim Garuda kalah bersaing dari Tiongkok dan Bahrain yang lolos ke perempat final.

Sumber: Youtube Registaco

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel