Algoritma Medsos Bisa Kurangi Penyebaran Hoaks

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Berita palsu atau hoaks memang masih menjadi banyak perhatian bagi banyak pihak, mulai dari media massa, lembaga-lembaga resmi, hingga platform media sosial atau medsos. Di era pandemi ini, kehadiran berita palsu alias hoaks meningkat dan berkembang biak.

Umumnya berita palsu dibuat agar orang semakin percaya atau akan percaya dengan persepsi penulis.

Namun, apakah orang-orang yang berperan hanya menyebarkan berita-berita palsu itu merupakan keinginannya? Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Nature menjawab hal ini.

Mengutip dari scientificamerican.com, penelitian ini menunjukan bahwa nyatanya 80 persen responden merasa ingin membagikan konten yang akurat. Orang-orang juga sebagian besar sudah cukup baik dalam membedakan berita palsu dan berita akurat.

Riset juga membuktikan bahwa bukan motivasi yang menggagalkan pembedaan berita palsu dan tidak, melainkan pemikiran malas yang sederhana. Orang-orang yang percaya berita palsu cenderung hanya mengandalkan emosi dan intuisi.

Pemecahan masalah ini terdapat pada algoritma medsos. Algoritma medsos adalah sistem yang mengatur konten-konten apa yang akan muncul di akun pengguna dengan meneliti dan mempelajari tingkah laku pengguna di media sosial tersebut.

Jika media sosial kita sudah minim akurasi informasi, maka kita sebagai pengguna harus secara aktif mengembalikan perhatian kita kembali kepada kebenaran berita. Dengan keaktifan yang kita lakukan, akan mendorong algoritma dari medsos itu untuk menghadirkan berita yang benar.

Aktif mengembalikan algoritma ini memang tidak akan menyelesaikan masalah secara utuh. Namun, platform media sosial dapat memanfaatkan hal ini sebagai bantuan aktif dari pengguna untuk mengurangi konten hoaks, Alih-alih hanya menyensor konten.

(MG/Jihan Fairuz)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan Video Cek Fakta di Bawah Ini