Alhamdulillah, 100 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus COVID-19

Bayu Nugraha, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Upaya keras Pemerintah Kota Surabaya dalam memutus rantai penularan Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, berbuah manis. Terkini, seratus dari 154 kelurahan yang ada di Kota Pahlawan kini nol kasus COVID-19. Kendati mulai terkendali, berbagai cara untuk menekan penularan tetap terus dilakukan, di antaranya dengan membentuk swab hunter.

Swab hunter dalam sepekan terakhir diterapkan di Kota Surabaya. Alhasil, saat ini tren kasus di Kota Pahlawan semakin menurun. Selain itu, angka kesembuhan juga terus meningkat. Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma memastikan, keberhasilan itu juga atas dukungan swab hunter yang setiap hari semakin masif berkeliling di setiap kecamatan se-Surabaya.

“Apalagi pascalibur nasional dan cuti bersama beberapa waktu lalu, kita lakukan swab hunter di kawasan perbatasan. Ini kita lakukan karena setelah libur nasional dan cuti bersama diharapkan tidak menambah banyaknya kasus di Surabaya,” kata Wali Kota Risma seusai menghadiri acara Pembukaan Hotel Tangguh di Grand Mercure Surabaya, Jumat 6 November 2020.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, mengatakan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan terbaru per Jumat ini jumlah tes swab sejak pertama kali kasus hingga hari ini mencapai 217.463 spesimen. Kemudian untuk angka kesembuhan per kemarin, Kamis, 5 November 2020, berjumlah 14.896 kasus. “Sementara untuk kasus aktifnya per kemarin, yakni 75 kasus,” katanya.

Febri mengungkapkan, karena kesembuhan semakin banyak dan angka kasus semakin rendah, secara otomatis membuat beberapa kelurahan di Kota Pahlawan menjadi nol kasus COVID-19. Berdasarkan data per Rabu, 4 November 2020, jumlah kelurahan nol kasus mencapai seratus kelurahan.

Yaitu Kelurahan Putat Gede, Sukomanunggal, Simomulyo Baru, Manukan Wetan, Banjar Sugihan, Asem Rowo, Genting Kalianak, Tambak Sarioso, Kandangan, Romokalisari, Tambak Oso Wilangun, Pakal, Jeruk, Lakar Santri, Lidah Kulon, Lidah Wetan, Lontar, Sambikerep, Made.

“Lalu Kelurahan Beringin, Peneleh, Kapasari, Genteng, Ketabang, Embong Kaliasin, Tembok Dukuh, Jepara, Alun-alun Contong, Gundih, Bubutan, Tambak Rejo, Kapasan, Simo Lawang, Sidodadi, Perak Timur, Nyamplungan, Bongkaran, Pegirian, Ujung, Ampel, Kemayoran, Dupak, Morokrembangan, Bulak, Kedung Cowek, Sukolilo Baru, Sidotop Wetan, Tambak Wedi, Rangkah, Tambak Sari, Pacar Keling, Pacar Kembang, Gading,” ujar Febri.

Kemudian Kelurahan Dukuh Setro, Pucang Sewu, Kertajaya, Kalirungkut, Rungkut Kidul, Medokan Ayu, Penjaringan Sari, Wonorejo, Tenggilis Mejoyo, Panjang Jiwo, Kendang Sari, Kutisari, Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, Rungkut Menanggal, Menur Pumpungan, Nginden Jnagkungan, Klampis Ngasem, Gebang Putih, Medokan Semampir.

Selanjutnya Kelurahan Mulyorejo, Kejawan Putih Tambak, Manyar Sabrangan, Sutorejo, Kalisari, Kalijudan, Sawahan, Petemon, Kupang Krajan, Karang Pilang, Kedurus, Kebraon, Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Gunung Sari, Pradah Kali Kendal, Wiyung, Jajar Tunggal, Ketintang, Dukuh Menanggal, Jemur Wonosari, Bendul Merisi, Margorejo, Siwalankerto, Kebonsari, Jambangan, dan Kelurahan Karah. (ren)

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Jakarta Capai 90,7 Persen