Alhamdulillah, Ada Dai yang Bersedia jadi Imam di Kampung Mualaf

Agus Rahmat, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Warga di perkampungan mualaf Darussalam, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, akan segera bisa salat taraweh. Setelah sejumlah dai bersedia untuk menjadi imam di kampung tersebut.

Warga yang baru memeluk Islam di perkampungan itu, sebelumnya tidak bisa melaksanakan Salat Tarawih berjamaah. Lantaran tidak ada imam. Yang biasa menjadi imam, mengalami kecelakaan dan harus dirawat.

Sejumlah ormas Islam di Kota Makassar, telah menyatakan kesediaannya untuk mengutus dai mereka menjadi imam Salat Tarawih bagi para mualaf di perkampungan itu.

Baca juga: Kampung Mualaf Pinrang Tak Salat Tarawih Berjamaah karena Tak Ada Imam

"Alhamdulillah, sudah ada beberapa yang bersedia untuk dikirim menjadi imam ke sana," kata Ketua Forum Arimatea Sulawesi Selatan, Ustaz Jumzar Rachman, Senin, 19 April 2021.

Sejak awal Ramadan pekan lalu, warga perkampungan mualaf tidak melaksanakan Salat Tarawih karena tidak ada yang mengimami. Seorang ustaz yang selama ini membina, kabarnya mengalami kecelakaan dan tengah menjalani perawatan.

Ustaz Jumzar mengatakan, paling lambat Rabu lusa, imam salat tarawih sudah tiba di permukiman yang berada di atas gunung tersebut.

Karena imam salat yang bersedia lebih dari satu orang, maka dia menyampaikan, kemungkinan besar para imam itu disebar ke sejumlah titik pemukiman mualaf.

"Nanti akan kita atur, apakah secara bergantian dari satu titik ke titik yang lainnya," terang Ustaz Jumzar.

Di Kabupaten Pinrang, yang jaraknya sekitar 185 kilometer dari Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, orang mengenal dataran tinggi yang ditempati para mualaf itu dengan sebutan wilayah Makula.

Dari beberapa titik perkampungan mualaf yang ada, baru satu lokasi yang telah bisa dibilang sarana dan prasarana cukup tersendiri, yakni di perkampungan mualaf Darussalam, yang saat ini membutuhkan sosok imam Salat Tarawih itu.