Alhamdulillah.. Foto Berjilbab Kini Diperbolehkan di KTP Tunisia

REPUBLIKA.CO.ID,TUNISIA - Dalam rangka menghormati kebebasan hak azasi manusia (HAM) , pemerintah transisi Tunisia mengumumkan aturan yang membolehkan foto perempuan memakai jilbab pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tidak seperti Iran dan Arab Saudi di mana perempuan dipaksa untuk mengenakan jilbab, Tunisia pada masa pemerintahan Presiden Zine El-Abidine Ben yang terguling itu melarang foto wanita berjilbab pada KTP. Demikian pula dengan pria berjenggot.

Sebagaimana dikutip situs Al-Arabiya, Sabtu (2/4), Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengatakan perubahan tersebut terjadi seiring dengan momentum “Revolusi Jasmine” dan untuk menjamin penghormatan terhadap kebebasan publik maupun kebebasan individu.

Pada 1993, rezim Ben Ali menetapkan aturan tentang tampilan wajah, rambut dan mata pada foto KTP. Namun, kini kementerian dalam negeri telah mengubah aturan tersebut yang membolehkan foto wajah dan mata saja.

Pada Februari lalu, pemerintahan transisi Tunisia membolehkan foto KTP untuk pria berjenggot. Hal ini untuk mengakomodasi para penganut Islam “garis keras” yang sebelumnya selalu dimentahkan selama pemerintahan sekuler Ben Ali.

Kelompok oposisi dan pembela HAM telah berulang kali mengecam rezim Ben Ali yang mempersempit kebebasan perempuan mengenakan kerudung. Ben Ali menyebut perempuan berjilbab sebagai tabir kepala "sektarian" yang melanggar kebebasan individu.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.