Ali Masykur Terpilih Jadi Ketua Audit Lingkungan Dunia

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta -Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa, terpilih sebagai ketua kelompok kerja audit lingkungan dari Supreme Audit Institutions (SAI) sedunia, atau INTOSAI Working Group on Environmental Audit per Juni 2013. "Ini merupakan penghargaan untuk Indonesia berperan aktif mengawal penyelamatan lingkungan hidup dan kerusakan lingkungan," kata Ali di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2013.

Sebelumnya, pada 17 Februari 2013, BPK menjadi panelis dalam United Nations Environment Program (UNEP) PBB di Nairobi, Kenya. Dalam acara itu dibahas isu efektivikasi penegakan hukum lingkungan hidup tingkat nasional. Ali, yang menjadi delegasi Indonesia, menyatakan pertemuan itu bertujuan untuk mengurangi kerusakan alam dan menindak tegas secara hukum  perusak lingkungan.

Menurut Ali, hutan Indonesia yang diharapkan menjadi paru-paru dunia kini mengalami penurunan kuantitas dan kualitas dengan tajam. Ali mengakui kontrol terhadap laju kerusakan lingkungan hidup saat ini masih rendah. "Ini masih menjadi kelemahan negara dalam mengontrol dan menindak tegas pelaku pengrusakan lingkungan," katanya.

Selama ini, BPK melakukan audit lingkungan dengan menggunakan peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup, kehutanan, dan pertambangan. BPK juga memakai teknologi  geospacial seperti Geographical Information System (GIS) dan Global Positioning System (GPS).

Ali menambahkan dalam menyelamatkan lingkungan, hukum merupakan instrumen paling penting. Negara bisa mendorong setiap stakeholder untuk mematuhi peraturan baik di Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, Perindustrian, dan Kelautan. "Ketidakseimbangan pengelolaan sumber daya alam dan alih fungsi lahan pangan secara masif belakangan ini harus dikembalikan ke titik keseimbangannya," kata Ali.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler