Aliansi Rakyat Pengawal Demokrasi: Copot Moeldoko Bersihkan Pemerintah

Dusep Malik, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Aliansi Rakyat Pengawal Demokrasi menyampaikan sikap kepada Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden, Joko Widodo untuk mencopot jabatan Moeldoko sebagai Kepala Staff Presiden (KSP).

?Perwakilan Aliansi Rakyat Pengawal Demokrasi, Ahmady Meuraxa mengatakan pencopotan itu, untuk membersihkan diri Pemerintah dari citra buruk terhadap perbuatan dilakukan Moeldoko yang merebut kepemipinan Partai Demokrat sebagai Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, yang berlangsung di ?Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021, lalu.

"Ya, dicopot saja pak Moeldoko dari jabatan KSP?," ungkap Ahmady dalam jumpa pres di Kota Medan, Jumat sore, 12 Maret 2021.

Ahmady juga merupakan Aktivitis Ornop meminta kepada Pemerintah Indonesia dalam menyikapi kisruh di Partai Demokrat untuk bersikap netral. Jangan sampai, ada keterlibatan dari lingkaran istana negara akan merusak sistem pemerintah itu sendiri.

"Kita tidak melihat intervensi pemerintah terlibat dalam hal ini," tutur ?Ahmady.

Ahmady mengatakan Presiden Joko Widodo untuk segara membersihkan diri dari orang-orang yang menghalalkan politik culas seperti dilakukan mantan Panglima TNI itu, Moeldoko. Karena, ia menilai akan membuat citra pemerintah buruk dimata masyarakat

"Saya kita, Pemerintah Jokowi membersihkan dirinya dari orang-orang politik culas ini," jelas Ahmady.

Ia mengatakan melalui ?Aliansi Rakyat Pengawal Demokrasi, mengajakan mengajak masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan hal-hal ini dalam petisi dan membubuhi tandatangan yang akan mereka gelar di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Minggu pagi, 14 Maret 2021, pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Petisi ini, mengalang dukung kepada masyarakat dan membentang kain putih untuk menyertai tandatangan dukung dari masyarakat dan petisi pemberhentian Moeldoko dari KSP melalui situs Chenge.org," ungkap Ahmady.

?Dalam pertemuan Aliansi Rakyat Pengawal Demokrasi juga dihadiri oleh sejumlah tokoh asal Kota Medan dan Sumut, seperti CP Nainggolan selaku pimpinan buruh, Efend Naibaho selaku senior GAMKI/Politisi, Shohibul Anshor Siregar selaku akademisi dan Berman Sinaga selaku politisi senior.