Alibaba Gelontarkan Rp 220,5 Triliun Bantu Pemerintah China Bikin Rakyat Makmur

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Beijing - Raksasa teknologi Alibaba mengeluarkan dana sebesar USD 15,5 miliar (Rp 220,5 triliun) ke dalam upaya China untuk mencapai "kemakmuran bersama." Ini menandai janji besar terbaru perusahaan itu untuk mendukung kampanye Presiden Xi Jinping.

Alibaba mengumumkan pada Jumat (3/9) bahwa mereka akan menghabiskan jumlah yang mengejutkan pada tahun 2025 dengan memperhatikan lima prioritas.

Kelimanya yakni inovasi dalam teknologi, pembangunan ekonomi, penciptaan "pekerjaan berkualitas tinggi," mendukung komunitas yang rentan, dan menyiapkan dana pembangunan khusus.

Perusahaan teknologi tersebut juga menetapkan 10 tujuan spesifik yang ingin dicapai. Mulai dari meningkatkan investasi teknologi di daerah-daerah yang kurang berkembang di China hingga meningkatkan kesejahteraan pekerja ekonomi hingga bekerja untuk mempercepat pertumbuhan usaha kecil dan pertanian.

Alibaba juga membentuk apa yang disebut "Komite Kerja Kemajuan Kemakmuran," yang akan dipimpin oleh Ketua dan CEO-nya, Daniel Zhang.

"Alibaba adalah penerima manfaat dari kemajuan sosial dan ekonomi yang kuat di China selama 22 tahun terakhir. Kami sangat percaya bahwa jika masyarakat baik-baik saja dan ekonomi baik-baik saja, maka Alibaba akan melakukannya dengan baik," kata Zhang dalam pernyataannya, seperti dilansir dari laman CNN, Senin (6/9/2021).

"Kami ingin melakukan peran kami untuk mendukung realisasi kemakmuran bersama melalui pembangunan berkualitas tinggi," tutur Zhang.

Pada 2 September 2021, Saham Alibaba sedikit menurun di New York, Amerika Serikat setelah berita itu pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Zhejiang Daily. Saham Alibaba di Hong Kong juga merosot 3,5 persen pada 3 September.

Janji Alibaba datang hanya sepekan setelah perusahaan e-commerce besar China lainnya, Pinduoduo (PDD), berjanji untuk menyerahkan seluruh keuntungannya pada kuartal terakhir ke proyek-proyek pembangunan pedesaan di negara itu.

Dikatakan pekan lalu bahwa mereka akan menyumbangkan dana hingga US$ 372 juta untuk pengembangan sektor pertanian China dan daerah pedesaan, dengan rencana untuk memberikan US$ 1,5 miliar untuk tujuan yang sama secara keseluruhan.

Adapun perusahaan teknologi China lainnya, Tencent (TCEHY) yang juga mengumumkan bulan lalu akan mendedikasikan dana sebesar USD 7,7 miliar untuk mendukung kampanye "kemakmuran bersama."

Tencent menyatakan akan berusaha membantu meningkatkan pendapatan bagi warga yang kekurangan, dan mengatasi ketimpangan pendidikan, di antara inisiatif lainnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Langkah Pemerintahan Presiden Xi Jinping Atasi Kemiskinan di China

Seorang wanita bermasker mengendarai sepeda di depan kantor pusat Alibaba di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Rabu (5/2/2020). Pemerintah Hangzhou memberlakukan pembatasan pergerakan bagi warganya menyusul mewabahnya virus corona. (NOEL CELIS/AFP)
Seorang wanita bermasker mengendarai sepeda di depan kantor pusat Alibaba di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Rabu (5/2/2020). Pemerintah Hangzhou memberlakukan pembatasan pergerakan bagi warganya menyusul mewabahnya virus corona. (NOEL CELIS/AFP)

Presiden Xi Jinping telah berulang kali menekankan pentingnya "kemakmuran bersama" sebagai bagian dari kampanye Partai Komunis China, dengan media pemerintah negara itu yang semakin menyoroti pentingnya redistribusi kekayaan.

Frasa itu sendiri secara historis signifikan di China, dan penyebutan Xi Jinping tentang istilah tersebut menggemakan penggunaannya oleh Ketua Mao Zedong selama beberapa abad terakhir.

Saat itu, mantan pemimpin Partai Komunis China juga mengadvokasi "kemakmuran bersama" sebagai cara untuk memobilisasi petani dan mengambil alih kekuasaan dari elit pedesaan, termasuk tuan tanah dan petani yang kaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu tujuan kebijakan utama Xi Jinping adalah mengimbas kemiskinan di seluruh China.

Dekrit terbaru Xi Jinping telah menumpuk lebih banyak tekanan pada warga negara dan bisnis terkaya di China, yang sudah menghadapi peraturan yang lebih ketat karena Beijing terus-menerus mengendalikan kekuatan sektor swasta.

Awal tahun ini, Alibaba sendiri dilanda dengan rekor denda hingga sebesar US$2,8 miliar karena dianggap bertindak seperti monopoli. Sejak itu, perusahaan tersebut terus menghadapi pertanyaan tentang pengawasan peraturan, meskipun pejabatnya telah berusaha untuk menjelaskan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan.

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel