Alien Bisa Ditemukan Lewat Polusi Udara

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAAlien dapat dideteksi dengan cara mengukur polusi atmosfer di planet lain, menurut penelitian baru. Studi tersebut ditemukan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA yang meneliti keberadaan gas nitrogen dioksida (NO2) atau zat yang ada di Bumi dari hasil bahan bakar fosil.

“Di Bumi sebagian besar nitrogen dioksida dipancarkan oleh aktivitas manusia dari proses pembakaran, seperti emisi kendaraan sampai pembangkit listrik berbahan bakar fosil,” kata NASA Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Ravi Kopparapu, seperti dikutip dari situs Independent, Senin, 15 Februari 2021.

Baca: Dua Remaja Ini Bikin Geger Dunia Tata Surya

Ia melanjutkan, pada atmosfer yang lebih rendah atau sekitar 10-15 kilometer, NO2 dari aktivitas manusia mendominasi dibandingkan dengan sumber nonmanusia. Oleh karena itu, mengamati NO2 di planet lain tentu berpotensi menunjukkan adanya peradaban industri.

Gas nitrogen dioksida bisa menjadi tanda teknologi, di mana ada gas yang dilepaskan sebagai produk yang terbuang dari proses industri. Hal ini mirip dengan biosignature, yaitu gas seperti oksigen dan metana yang dihasilkan oleh aktivitas organik.

Jumlah planet yang sangat banyak di alam semesta serta faktor jarak, membuat para ilmuwan perlu menggunakan indikasi tersebut untuk menentukan dunia mana yang layak diselidiki, di mana cara tersebut bisa digunakan dalam jarak yang jauh.

Sebuah planet yang mirip dengan Bumi dapat dideteksi hingga jarak 30 tahun cahaya menggunakan teleskop NASA yang bisa menghabiskan waktu lebih dari 400 jam. Menurut Ravi, sekitar 76 persen emisi NO2 disebabkan oleh aktivitas industri di Bumi. Jika mengamati NO2 di planet lain maka harus menjalankan model untuk memperkirakan kemungkinan besar atau kecilnya emisi NO2.

"Jika kami mengamati lebih banyak NO2 daripada kandungan nonindustri, maka ada kemungkinan aktivitas industri di dalamnya (yang dilakukan oleh alien)," tutur dia.

Sebelumnya, alien memiliki beberapa rumah yang letaknya di sekitar sistem bintang TOI-178. Para ilmuwan dibuat terkejut sekaligus takjub karena menemukan tiga planet yang lokasinya berdekatan di kawasan tersebut.

Mereka langsung meneliti data yang ditemukan dari Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik Badan Penerbangan dan Antariksa atau NASA. Ketika para ilmuwan mengamatinya lebih teliti mereka menyadari bahwa ketiga planet itu memiliki masa yang berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, mereka merekrut beberapa instrumen lagi dan menemukan sistem bintang tersebut menampung setidaknya enam planet, dengan lima di antaranya memiliki orbit yang saling berirama.