Alien Pernah Pamer Teknologi ke Manusia

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ahli astrofisika Harvard, Avi Loeb mengatakan, dirinya telah menemukan bukti adanya teknologi alien di tata surya yang dia sebut sebagai sampah alien. Tapi, beberapa ilmuwan tidak menganggapnya serius.

Dalam buku barunya, Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth, Loeb bicara mengenai pengunjung antarbintang aneh yang dijuluki Oumuamua, benda berbentuk cerutu yang melesat di tata surya pada 2017.

Dilansir dari situs Space, Senin, 11 Januari 2021, ketika Oumuamua melintasi lingkungan matahari pada 2017, ilmuwan tidak bisa melihatnya dengan baik karena bergerak terlalu cepat. Meski begitu, pengamat mencatat beberapa anomali.

Loeb menerbitkan sebuah makalah pada tahun 2018, menunjukkan bahwa tidak mungkin ada objek seperti itu di alam. Benda asing itu didorong oleh sinar Matahari dan bergerak 16 mil per detik.

Tata surya, menurut Loeb, mungkin telah dikunjungi oleh lightsail, sampah teknologi yang dibuang oleh peradaban cerdas alien. Dia secara konsisten mempertahankan gagasan ini di tahun-tahun berikutnya, bahkan ketika komunitas ilmiah telah menetapkan pandangan.

Loeb yakin jika objek itu adalah sampah alien karena dilihat dari bentuk, kemilau dan caranya bergerak. Perbedaan signifikan terlihat saat pantulan sinar Matahari yang paling terang dan paling redup, membuat para pengamat menyimpulkan bahwa bentuknya jauh lebih panjang, tidak cocok jika dilabeli asteroid atau komet.

Oumuamua pernah dianggap memiliki panjang 400 meter dan sangat tipis. Astronom menganggapnya sebagai asteroid yang memiliki masa lalu kelam. Penelitian mengungkap bahwa asteroid itu bisa saja terkikis oleh bintang dan kemudian terlempar ke Tata Surya.

Artinya, tubuh Oumuamua lebih besar sebelum dihancurkan bintang di tempat lain. Studi terbaru akan menjelaskan bagaimana bentuk awal batu angkasa ini dan alasan mengapa Oumuamua menjauhi Matahari dengan begitu cepat, menurut peneliti dari Chinese Academy of Sciences dan University of California, Santa Cruz.