Alien Selalu Bikin Manusia Kepo, Barack Obama Sampai Kasih Sinyal Ini

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 4 menit

VIVA – Tahun 2020 akan segera berganti ke 2021. Banyak peristiwa yang terjadi sepanjang tahun ini, selain pandemi COVID-19. Salah satunya sepak terjang alien. Namun sayang, ilmuwan belum berhasil menemukan dan memboyong alien ke Bumi. Meski begitu para astronom mengaku sudah lebih dekat untuk menemukan kehidupan di luar Tata Surya.

Bahkan, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memberi sinyal kalau dirinya percaya dengan keberadaan makhluk hidup yang diklaim cerdas tersebut. Tak pelak, publik dibikin heboh sama bekas orang nomor satu di negeri Paman Sam ini.

Baca: Presiden Donald Trump Sembunyikan Alien

"Tentu saya bertanya tentang itu (keberadaan alien). Tapi saya tidak bisa memberitahu ke Anda, maaf," ujarnya dalam wawancara bersama Stephen Colbert, dikutip dari situs Express, Kamis, 31 Desember 2020.

Colbert menganggap jawaban dari Obama itu adalah iya. Jika jawabannya tidak maka dirinya pasti akan langsung menjawab kalau alien memang tidak ada. Meskipun ada potensi ia sedang bergurau, namun para ahli teori konspirasi menganggap Barack Obama benar-benar mengakui keberadaan alien.

"Seandainya Obama mendengar UFO itu tidak nyata, maka dia dapat dengan bebas mengatakannya. Tapi karena mereka nyata dan Obama mengetahuinya maka dia tidak bisa mengatakan karena itu adalah Matter of National Security," kata Scott C Waring, salah satu penganut teori konspirasi.

Apapun itu, Pemerintah AS ingin dunia tidak mempercayai mengenai keberadaan alien ehingga mereka akan tetap menjadi kekuatan dunia dengan semua teknologi alien yang dikuasainya.

Melansir laman Live Science, para astronom sampai melakukan penelusuran, mulai dari molekul organik yang muncul di sekitar Tata Surya hingga sinyal radio misterius. Berikut beberapa temuan terbesar mengenai tempat persembunyian alien di alam semesta sepanjang 2020:

Kehidupan di awan Venus

Pada September 2020, Venus menjadi planet paling populer di Bumi ketika para ilmuwan menemukan jejak molekul fosfin di atmosfer planet. Di Bumi, fosfin terkait dengan bakteri yang tidak bernapas dengan oksigen, serta beberapa aktivitas manusia.

Molekul tersebut diproduksi secara alami oleh raksasa gas, tetapi tidak ada alasan yang tepat mengapa ia harus berada di Venus yang panas bagai neraka, menurut para peneliti. Kecuali jika ada kehidupan yang menghembuskannya ke dalam awan di planet tetangga Bumi itu.

Meskipun begitu, penemuan fosfin ini disambut dengan skeptisisme dari komunitas ilmiah. Alasannya karena tidak jelas apakah para peneliti benar-benar mendeteksi fosfin.

Pengamatan mereka masih ambigu karena banyaknya kebisingan, sehingga sesuatu yang meniru tanda kimia fosfin mungkin muncul secara tidak sengaja, kata John Carpenter, seorang ilmuwan dari Observatorium Atacama, Chile.

Ada 36 peradaban alien

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal ada 36 peradaban cerdas di Bima Sakti. Angka ini didapat dengan teka-teki perburuan alien selama puluhan tahun, yang dikenal dengan istilah Drake equation.

Astronom Frank Drake memulainya sejak 1961. Ia mencoba menebak kemungkinan jumlah peradaban alien di galaksi kita berdasarkan variabel, seperti laju rata-rata pembentukan bintang, persentase bintang yang membentuk planet, dan benda-benda yang jauh lebih kecil.

1.000 bintang alien mengawasi Bumi

Jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society berisikan para astronom yang menghitung jumlah sistem bintang alien, yang memiliki garis pandang langsung ke Bumi.

Tim menghitung ada sekitar 1.000 sistem bintang dalam jarak 300 tahun cahaya dari Bumi, dapat dengan mudah melihat planet kita.

Alien akan melihat dan melewati Bumi saat Matahari mulai meredup. Sama seperti manusia yang mendeteksi ribuan exoplanet dengan mengamati bintang yang tiba-tiba meredup di langit malam.

Alien tidak bertanggung jawab atas FRB

Fast radio bursts (FRB) adalah gelombang cahaya radio sepanjang milidetik yang menembus ruang angkasa ribuan kali sehari. Sampai saat ini tidak ada yang tahu apa itu.

Mungkinkah alien atau sesuatu yang menggetarkan jet di luar angkasa berkecepatan tinggi? Ternyata, sumbernya adalah magnetar atau bangkai bintang yang sudah lama mati dan berputar cepat.

Selama ribuan tahun setelah pembentukannya, objek-objek ini berputar-putar serta memancarkan getaran sinar-X dan radiasi sinar gamma yang kuat ke alam semesta di sekitar mereka.

Alien mungkin tidak menghirup oksigen

Target lain yang diremehkan dalam pencarian kehidupan alien adalah planet bebas oksigen. Meskipun telah lama diasumsikan bahwa kehidupan alien membutuhkan udara untuk bernafas, sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Astronomy berpendapat bahwa 'udara' dan 'oksigen' tidak selalu sama. Hidrogen dan helium adalah elemen yang jauh lebih umum di alam semesta.

Oumuamua

Batu aneh berbentuk cerutu bernama Oumuamua telah membingungkan para ilmuwan sejak pertama kali terlihat di tata surya kita pada Oktober 2017. Objek tersebut bergerak terlalu cepat untuk berasal dari Tata Surya.

Astrofisikawan Universitas Harvard, Avi Loeb mengatakan jika Oumuamua bisa jadi pesawat luar angkasa alien yang ditenagai oleh layar setipis kertas.

Empat dunia paling menjanjikan

Di Tata Surya ada empat dunia yang kemungkinan memiliki kehidupan. Planet Mars merupakan salah satu dunia yang paling mirip Bumi. Tiga kandidat lainnya adalah bulan, Europa - Bulan Jupiter, serta dua Bulan Saturnus, Enceladus dan Titan.

Perburuan alien jadi lebih sulit

Pada Selasa, 1 Desember 2020, Teleskop Radio Observatorium Arecibo di Puerto Rico runtuh. Sebelumnya, ada dua insiden di sana, yaitu putusnya kabel secara misterius sepanjang Agustus dan November, yang kemudian membuat teleskop memasuki kondisi yang mengerikan.