Aliran Dana Masuk ke Aset Kripto dalam Tujuh Minggu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aliran dana masuk ke aset produk kripto selama tujuh minggu berturut-turut. Hal ini seiring investor institusi menyambut pernyataan positif dari regulator. Aliran dana yang masuk itu berdasarkan data dari manager aset digital CoinShares.

Aliran masuk ke sektor kripto mencapai USD 90,2 juta atau sekitar Rp 1,28 triliun (estimasi kurs rupiah 14.248 per dolar AS pada pekan lalu. Menurut data Coinshare per 1 Oktober, dana paling banyak masuk ke sektor bitcoin hinggs USD 69 juta atau sekitar Rp 983,1 miliar.

Sepanjang tujuh minggu terakhir, aliran dana yang masuk di investasi kripto mencapai USD 390 juta atau sekitar Rp 5,55 triliun. Pada 2021, total arus masuk menyentuh USD 6,1 miliar atau setara Rp 86,9 triliun. Bitcoin mendominasi selama tiga minggu berturut-turut.

“Kami percaya perubahan haluan yang menentukan dalam sentimen ini (kenaikan arus masuk ke kripto) disebabkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kelas aset serta pernyataan yang lebih akomodatif dari U.S Securities Exchange Commission dan The Federal Reserve (the Fed),” ujar Investment Strategist CoinShares James Butterfill, dilansir dari situs ChannelNewsAsia, Selasa (5/10/2021).

Pada konferensi Financial Times, Chairman SEC Gary Gensler menegaskan kembali dukungannya untuk memasukkan dana pada perdagangan di bursa bitcoin. Hal ini sebagai investasi dalam kontrak berjangka aset digital.

Pimpinan the Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (the Fed) Jerome Powell, dalam sambutannya di Kongres mengungkapkan, the Fed tidak berniat melarang aset kripto.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harga Bitcoin

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Pada Senin, 4 Oktober 2021, harga bitcoin menempati posisi tertinggi dalam empat minggu dengan hampir mencapai USD 50 ribu atau Rp 712,6 juta per koin. Terakhir, kripto naik 2,3 persen menjadi USD 49,3 ribu atau sekitar Rp 703,09 juta.

Penyedia data Blackchain Glassnode dalam catatan riset terbarunya pada Senin, 4 Oktober 2021, menunjukkan penguatan bitcoin dari perdagangan yang padat minggu lalu. Sekitar 10,3 persen dari pasokan yang kembali beredar ke dalam keuntungan yang belum direalisasi.

Produk Ethereum membukukan aliran dana yang masuk dengan total USD 20 juta atau sekitar Rp 284,90 miliar. Sepanjang 2021, aliran dana yang masuk mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,24 triliun. Sementara itu, Ether turun 0,4 persen di posisi USD 3.403 atau sekitar Rp 48,4 juta.

Volume Masih Rendah

Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit:  WorldSpectrum via Pixabay
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Meskipun arus masuk dana meningkat di beberapa minggu berturut-turut pada seluruh produk kripto, sayangnya volumenya masih rendah. Minggu lalu data CoinShares menunjukkan volumenya hanya USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 34,2 triliun).

Nilai itu mengalami penurunan dibandingkan pada Mei 2021 yang sentuh USD 8,4 miliar atau sekitar Rp 119,7 triliun). Aset yang dikelola dua manajer aset digital terbesar yakni Grayscale dan CoinShares, masing-masing mengalami kenaikan pada minggu lalu menjadi USD 41,1 miliar atau sekitar Rp 585, 75 triliun dan USD 4,6 miliar atau sekitar Rp 65,5 triliun.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel