Aliran Listrik dan Pasokan Air Bersih di Cianjur Terganggu akibat Gempa

Merdeka.com - Merdeka.com - Pasokan air bersih dan aliran listrik di Kabupaten Cianjur masih belum optimal pascagempa yang terjadi pada Senin (21/11) siang. Upaya perbaikan masih berlangsung dan membutuhkan waktu.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, gempa membuat infrastruktur gardu listrik rusak. Proses perbaikan masih dilakukan petugas dari PLN.

"Baru 20 persen (gardu) yang bisa hidup lagi. mohon maaf warga Cianjur. PLN akan bekerja keras selama tiga harian mengembalikan seluruh wilayah terdampak di Cianjur untuk kembali normal, mudah-mudahan bisa lebih cepat," ucap Ridwan Kamil.

"Kemudian, air juga, infrastruktur air juga terkendala, karena pipa PDAM banyak tergeser jauh. Sehingga mohon izin, seminggu ke depan akses air terbatas," ia melanjutkan.

Upaya sementara yang dilakukan adalah menyiapkan tangki air di lokasi bencana maupun tempat pengungsian. Akses air pun akan diambil dari luar wilayah Cianjur.

"Tangki air akan diperbantukan dari sumber air, di Sukabumi sampai Kota Bandung kita mintakan," ucap dia.

Penanganan Pasien di Rumah Sakit Dimaksimalkan

Di sisi lain, Ridwan Kamil sudah menginstruksikan layanan kesehatan yang ada di Cianjur untuk tetap bersiaga. Hal itu pun berlaku bagi rumah sakit yang menjadi rujukan melakukan tindakan untuk korban gempa.

"Ada tiga rumah sakit di Cianjur yang malam ini melakukan tindakan, RSUD Sayang, tadi sudah dilakukan dengan arahan dari kami agar malam ini semaksimal mungkin tidak ada yang bergeletakan di luar, karena akan ditarik ke rumah sakit di Sukabumi, maksimal Bandung sampai Cimahi," kata dia.

"Kemudian ada RS Cimacan dan Bhayangkara yang juga sudah melakukan tindakan," pungkasnya.

[yan]