Allah Benci Orang yang Menguap dan Mencintai Bersin

·Bacaan 2 menit

VIVA – Alquran dan sains mengungkap penyebab seseorang bisa bersin dan menguap. Tapi di masa pandemi Covid-19 ini sebaiknya lebih beretika ketika bersin atau menguap, karena wabah penyakit dilaporkan bisa menyebar melalui udara.

Rasulullah Sallallahu alaihi wassallam sendiri sudah sejak lama mengajarkan etika kebaikan ketika bersin dan menguap. Tepatnya dengan menutup menggunakan tangan. Ini sangat baik, karena tidak mengganggu orang lain.

Dikutip dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, diriwayatkan dari Abi Hurairah Radhiyallahuanhu bahwa Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersin dan membenci orang yang menguap. Jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan 'Alhamdulillah' maka bagi muslim yang mendengarnya patut membaca 'Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)'. Adapun menguap, ia termasuk perbuatan setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menutup mulutnya sebisa mungkin. Karena jika salah seorang dari kalian menguap, setan akan menertawakannya." (HR Bukhari)

Menurut Al Khitabi, cinta dan benci Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam hadis tersebut kembali kepada sebab keduanya. Bersin timbul dari keringanan tubuh, sebab terbukanya pori-pori dan perut yang tidak terlalu kenyang. Sementara menguap biasanya disebabkan kekenyangan karena terlalu banyak makan.

Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, bagaimana seseorang mendoakan orang yang bersin. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

"Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan 'Alhamdulillah', dan saudara atau temannya hendaknya mengucapkan 'Yarhamukallah'. Dan jika ia telah membaca 'Yarhamukallah', maka yang bersin hendaknya mengucapkan 'Yahdikumullah wa yushlih balakum (sernoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)'." (HR Bukhari)

Sedangkan para ahli medis menjelaskan bahwa menguap merupakan bukti kebutuhan otak dan tubuh akan oksigen serta makanan. Kemudian tanda melemahnya sistem pernapasan dalam menyuplai oksigen yang dibutuhkan otak dan tubuh.

Hal inilah yang akan terjadi saat mengantuk, pingsan, atau sebelum seseorang meninggal. Menguap berarti menghirup udara dalam-dalam melalui mulut. Apabila mulut tetap terbuka saat menguap, maka udara yang masuk ke tubuh akan terkontaminasi berbagai jenis bakteri dan debu.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan kepada umatnya agar menahan keinginan menguap sebisa mungkin, atau menutup mulut dengan telapak tangan kanan atau dengan punggung telapak tangan kiri.

Sedangkan bersin merupakan keluarnya udara dari paru-paru melalui hidung dan mulut. Udara itu keluar membawa debu, kotoran, dan bakteri yang masuk ke sistem pernapasan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel