Alliance berkomitmen 36 juta dolar AS kurangi sampah plastik Indonesia

The Alliance to End Plastic Waste (Alliance) berkomitmen menyalurkan dana sebesar 36 juta dolar AS untuk mendukung Indonesia dalam upaya mengurangi 70 persen polusi plastik di laut pada 2025, dan mencapai hampir nol sampah plastik pada 2040.

"Mobilisasi pendanaan filantropi adalah langkah penting pertama untuk mengembangkan, menjalankan, dan menghindari risiko pada solusi berkelanjutan, yang akhirnya dapat diperluas dan direplikasi untuk dampak yang lebih besar," kata Presiden dan CEO the Alliance, Jacob Duer dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pendanaan tersebut bertujuan untuk mengembangkan portofolio solusi dan proyek berkelanjutan di Indonesia untuk menangani sampah plastik di lingkungan.

Baca juga: Akselerasi ekonomi sirkular kunci capai pengurangan sampah plastik

Baca juga: RI negara pertama usung platform kolaboratif penanganan sampah plastik

Program-program yang diusung oleh perusahaan swasta itu bersama para mitranya bertujuan untuk mengolah sampah plastik dari lingkungan hingga 60.000 ton pada 2025, memenuhi tingkat daur ulang hingga 50 persen dalam implementasi proyek pada 2025 dan menjangkau hingga 2,7 juta penduduk Indonesia melalui program perubahan perilaku.

Program Bersih Indonesia yang diusung perusahaan itu akan diperluas ke dua kabupaten tambahan untuk menyediakan sistem pengelolaan sampah yang menyeluruh bagi 3,9 juta penduduk Indonesia lainnya. Saat ini program itu telah dimulai dengan tahap satu di Malang.

Program Bersih Indonesia akan membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, termasuk jasa pengumpulan sampah rumah tangga untuk 500.000 unit rumah tangga.

Perusahaan itu juga akan melakukan kampanye pendidikan tentang pengelolaan dan pemilahan sampah rumah tangga guna meningkatkan literasi masyarakat sekaligus menggiatkan pengumpulan dan pemilahan yang lebih baik.

Baca juga: Indonesia tekankan komitmen kurangi 70 persen sampah laut hingga 2025

Baca juga: Perubahan perilaku masyarakat penting dukung aksi atasi sampah plastik

Sementara itu, Ketua National Plastic Action Partnership Indonesia Sri Indrastuti Hadiputranto mengatakan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk swasta dan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Tanah Air.

"Mengakhiri sampah plastik adalah tantangan kompleks yang membutuhkan upaya holistik. Kolaborasi publik-swasta-masyarakat yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai kesenjangan sistemik dalam pengelolaan sampah berkelanjutan," ujarnya.