Alphabet Resmi Setop Proyek Loon

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan induk Google, Alphabet menghentikan proyek Loon yang memancarkan sinyal internet komersial menggunakan balon udara. Proyek itu telah berjalan sejak 2013 atau sekitar 8 tahun lalu.

"Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mulai menghentikan operasi dan tidak lagi menjadi Taruhan Lain dalam Alfabet," kata pemimpin X, Astro Teller, dalam blog-nya.

Loon meluncurkan layanan internet komersial pertamanya setelah mendapat persetujuan Kenya pada bulan Juli tahun lalu, yang terdiri dari sekitar 35 armada balon yang menutupi area seluas sekitar 50.000 kilometer persegi.

Loon juga menyediakan layanan internet ke daerah-daerah yang terkena bencana alam, menyebarkan balon ke Puerto Rico setelah Badai Maria pada tahun 2017 dan ke Peru setelah gempa bumi pada tahun 2019.

Teller menambahkan, Loon saat ini sedang bekerja untuk menempatkan karyawan di peran lain di X, Google, dan Alphabet.

"Sekelompok kecil tim Loon akan tinggal untuk memastikan operasi Loon diselesaikan dengan lancar dan aman - ini termasuk menghentikan layanan pilot Loon di Kenya," menurut Teller, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (22/1/2021).

Loon Janjikan US$ 10 juta

Guna mendukung orang-orang di Kenya yang mungkin terpengaruh oleh hilangnya layanan Loon, pihaknya menjanjikan USD 10 juta atau sekitar Rp 140 miliar untuk mendukung organisasi nirlaba dan bisnis di Kenya yang didedikasikan untuk konektivitas, Internet, kewirausahaan, dan pendidikan.

Pasalnya layanan Loon di Kenya hanya akan berlangsung hingga Maret 2021 mendatang. Sebelumnya, Alphabet juga menutup cikal bakal perusahaan lainnya yakni Makani.

Makani hadir dengan inovasi menggunakan turbin angin yang dipasang pada layang-layang untuk menghasilkan listrik terbarukan, tahun lalu. Serta Project Foghorn, yang meneliti cara membuat bahan bakar bersih dari air laut, menghentikan pekerjaannya pada tahun 2016.

Google Uji Coba Fitur Belanja Langsung via YouTube

Google dilaporkan tengah menguji coba fitur baru yang hadir di YouTube. Lewat fitur baru ini, penonton YouTube dapat langsung membeli barang yang ditawarkan kanal favorit mereka.

Dikutip dari Engadget, Minggu (17/1/2021), uji coba ini baru dilakukan pada sejumlah kreator konten. Jadi, para kreator tersebut nantinya dapat memajang sejumlah produk di video YouTube mereka.

Lalu para penonton produk tersebut dan tertarik dapat langsung mengklik tombol kantong belanja sisi kiri bawah layar untuk melihat informasi lebih lanjut.

Lewat tautan itu pula, penonton dapat menonton video lain mengenai barang itu termasuk opsi melakukan pembelian. Hanya untuk sekarang, fitur ini baru tersedia bagi pengguna YouTube di Amerika Serikat.