Alpine Green Jadi Penghuni Pertama Kawasan Industri Ladong Aceh, Investor Lain Ditunggu!

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT. Alpine Green menjadi perusahaan pertama yang menghuni Kawasan Industri (KI) Ladong, Aceh. Kawasan Industri Ladong merupakan salah satu kawasan yang masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Masuknya PT Alpine Green sebagai tenant pertama di KI Ladong, dapat mendorong calon-calon tenant lainnya untuk masuk ke Kawasan Industri Ladong," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S. A. Cahyanto di Jakarta, dikutip dari rilis Kemenperin, Jumat (19/11/2021).

Adanya aktivitas kawasan industri atau sektor industri di suatu wilayah, menurut Eko akan memberikan efek yang luas bagi perekonomian setempat dan nasional.

"Diharapkan pembangunan pabrik PT Alpine Green sampai dengan produksi pertama di April 2022 dapat berjalan sesuai rencana sehingga dapat berperan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh" ujarnya.

Melalui PT. Pembangunan Aceh (PT PEMA) sebagai pengelola kawasan, saat ini di Kawasan Industri Ladong telah tersedia total lahan seluas 66,89 hektare dengan lahan yang siap pakai seluas 17,5 Ha.

Terdapat ada beberapa infrastruktur dasar di dalam kawasan tersebut, seperti jalan, kantor pengelola, maupun jaringan energi dan jaringan air yang terkoneksi dengan PLN dan PDAM.

Menurut Eko, perkembangan investasi di KI Ladong saat ini berada dalam tren positif. Industri pengolahan cangkang sawit dengan produk yang berorientasi ekspor, adalah salah satu sektor lain yang akan dikembangkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jaringan Utilitas

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Eko S. A. Cahyanto. (Dok Kemenperin)
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Eko S. A. Cahyanto. (Dok Kemenperin)

Sebagai bukti keseriusan investasi tersebut, PT PEMA dan PT Alpine Green telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang disaksikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Ruang lingkup PKS ini di antaranya untuk pemakaian lahan dalam kawasan industri. PT Alpine Green merupakan sister company dari PT Nihhon Hudle dari Jepang.

Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan memberikan apresiasi kepada PT PEMA, dalam kunjungan kerjanya di KI Ladong, beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan karena PT PEMA yang berhasil menunjukkan keseriusannya dalam menyambut para investor.

"Saat ini tengah dibangun jaringan utilitas untuk menunjang kegiatan industri serta pematangan lahan seluas 2 Ha di lokasi pembangunan PT Alpine Green,” tutur Adie.

Di samping itu, terdapat Pelabuhan Malahayati yang berlokasi 12 km dari KI Ladong.

"PT Pelindo selaku operator pelabuhan juga menyatakan kesiapannya dalam mendukung rencana pembangunan tenant pertama serta mengharapkan tenant-tenant lainnya untuk segera masuk sehingga utilisasi pelabuhan juga ikut meningkat" tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel