Alternatif Wushu Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 tak lantas membuat Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) berdiam diri. Organisasi yang dipimpin oleh Airlangga Hartanto tersebut coba menata ulang sistem pembinaan.

Sempat membuat Virtual Wushu Championships Indonesia Series I, khusus taolu adalah langkah awal PB WI. Tujuannya tak lain menjaring atlet usia muda yang berkualitas sehingga bisa diandalkan di ajang internasionak kelak.

Kini PB WI hadir kembali dnegan Virtual Wushu Championshiop Series II. Mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), ajang itu akan berlangsung pada 1-11 Desember 2020.

"Di seri I telah menjaring 190 atlet junior dan di Seri II akan kembali dijaring 190 atlet potensial dari kategori A, B dan C. Mereka nantinya akan diseleksi kembali melalui Virtual Wushu Championships Indonesia 2021 untuk menjaring 50 atlet junior terbaik yang akan dipersiapkan tampil pada ajang event internasional. Ini sesuai instruksi pak Airlangga Hartarto yang ingin adanya program pembinaan atlet berjenjang dan berkesinambungan dalam upaya melahirkan pengganti juara dunia Lindswel Kwok dan Edgar Xavier Marvelo ke depan," kata Sekjen PB WI, Ngatino.

Antuasiasme dari kejuaraan sebelumnya yang membuat PB WI semangat meneruskannya. Bagaimana tidak, ketika itu total ada 632 atlet yang ikut serta dan berasal dari 50 sasana wushu di Indonesia. Dan kenaikan dicatat untuk seri kedua, dengan total 1.000 atlet dari 83 sasana.

Pada edisi kedua ini, tidak cuma nomor taolu yang dipertandingkan. Ada pula wushu tradisional yang diikuti sebanyak 166 atlet. Bukan cuma itu, akan ada pula peserta undangan dari sasana wushu Singapura, Brunei Darussalam, Macau, dan Kazakhstan.

"Kita memang sengaja mengundang atlet junior wushu negara lain untuk menambah jam terbang atlet junior terbaik di Virtual Wushu Championships Seri I. Sebab, sasana yang kita undang tercatat sebagai sasana yang banyak melahirkan atlet nasional di keempat negara tersebut," tutur Ngatino.

Program Virtual Wushu Championships Indonesia yang diluncurkan PB WI ini sekaligus menjadikan sasana sebagai ujung tombak pembinaan. Sebab, atlet-atlet junior dari berbagai daerah punya kesempatan untuk bisa ikut serta.

"Lewat Virtual Wushu Championships Indonesia tak ada lagi ýang bisa ditutupi. Keberadaan atlet potensial yang ada di sasana besar atau kecil akan terpantau," katanya.

PB WI juga masih terus merancang format terbaik untuk menggelar kejuaraan nomor sanda. Mereka tak ingin ada kevakuman yang panjang, karena pandemi sekarang ini.

"Nomor Sanda sedang dicarikan formatnya. Bisa saja akan digelar tahun depan tanpa penonton. Prinsipnya pertandingan tidak boleh terhenti karena pandemi COVID-19," ujar Ngatino.