Alumni ATVI Berbagi Cerita: Keseruan Kuliah Produksi Media

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Mencari tempat kuliah yang sesuai keinginan dan passion, gampang-gampang susah. Tapi, bagi kalian yang baru lulus SMA atau SMK dan sedang menimbang-nimbang kampus mana yang akan dipilih sebagai tempat kuliah, maka Akademi Televisi Indonesia (ATVI), menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.

Mengapa ATVI harus jadi pilihan utama?

Bidang penyiaran, digital media, dan beragam profesi kekinian yang menuntut dasar-dasar keilmuan sesuai perkembangan teknologi komunikasi dan internet masa kini, membuat ATVI menjadi tempat yang paling pas.

Apalagi ATVI yang tengah berproses menjadi D-4 (sarjana terapan). Kurikulumnya jelas menyesuaikan dengan kondisi dunia digital saat ini. Sebagai informasi, ATVI adalah lembaga Perguruan Tinggi Swasta yang telah berdiri sejak 1998.

Lembaga pendidikan tinggi ini bernaung di bawah PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) dan berafiliasi dengan beragam anak perusahaan, seperti Indosiar, SCTV, O Channel, Vidio.com, Indonesia Entertainment Production (IEP) dan lain-lain.

Kampus ini pada awalnya bernama Akademi Teknologi Komunikasi dan Informasi (ATKI) dan kini telah dikenal luas dengan nama ATVI.

Dengan bergabung bersama ATVI, mahasiswa dapat mengenyam pendidikan vokasional Program Studi Diploma Tiga (D3) Komunikasi Massa dengan Program Kekhususan Jurnalisme Multimedia dan Produksi Multimedia.

Berikut cerita para alumni ATVI yang telah bekerja dan berhasil di berbagai bidang.

Apa Kata Lulusan ATVI?

Sejumlah wisudawan dan wisudawati berdiri didepan saat mengikuti wisuda ATVI ke-X di Jakarta, Kamis (7/12). Sebanyak 110 wisudawan dan wisudawati ATVI mengikuti wisuda ke-X. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah wisudawan dan wisudawati berdiri didepan saat mengikuti wisuda ATVI ke-X di Jakarta, Kamis (7/12). Sebanyak 110 wisudawan dan wisudawati ATVI mengikuti wisuda ke-X. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rellixs Agustian yang sejak 2018 menjadi Video Editor Metro TV, juga sebelumnya di Kompas TV untuk bidang yang sama, pernah mendapat penghargaan KPI Award kategori peduli daerah terluar dan terdepan. Lalu penghargaan AJI Jakarta mengenai cerdik kelola plastik, dan juga Waste 4 Change, kategori peduli sampah plastik.

“Kuliah di ATVI atau dulu ATKI pokoknya banyak manfaat. Saya bisa berkarier seperti sekarang ini karena bekal keterampilan di kampus,” kata Rellixs.

Ada juga content creator dan produser bernama Ganis Tyandania Putri yang lulus kuliah pada 2018. Sepanjang kariernya di bidang penyiaran dan media digital ini, ia akhirnya sudah menjadi produser sejak 2020. Bahkan pada 2021, dia menjadi produser untuk dua program, yakni Ktizen Daebak (infotaiment) dan Today Eating (kuliner).

“Selama kuliah di ATVI, saya juga aktif lho, misalnya menulis naskah profil pariwisata Belitung Timur, dan story traveler Indonesia 2018. Setahun sebelumnya, saya menjadi penulis naskah variety show by 5C Project. Saya juga penulis naskah film ‘Di balik Hoodie' pada 2016. Pokoknya asyik, banyak pengalaman kuliah di ATVI,” ujar Ganis.

Yuk Kuliah di ATVI

Direktur ATVI, Eduard Depari disaksikan Direktur Utama Indosiar Imam Sudjarwo menyematkan almamater kepada mahasiswa baru Akademi Televisi Indonesia (ATVI) pada acara penerimaan di Studio 6 Emtek City, Jakarta, Rabu (23/8). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Direktur ATVI, Eduard Depari disaksikan Direktur Utama Indosiar Imam Sudjarwo menyematkan almamater kepada mahasiswa baru Akademi Televisi Indonesia (ATVI) pada acara penerimaan di Studio 6 Emtek City, Jakarta, Rabu (23/8). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Alumni yang satu ini juga jagoan di bidang audio engineer. Namanya Gasferiande. Lulusan tahun 2011 ini malang melintang di stasiun televisi dan sejak 2019 berlabuh di CNN Indonesia sebagai Broadcast Audio Engineer. Gasferiande komplet menguasai hal-hal terkait teknologi, media dan konten yakni bidang audio, video, lighting, dan juga creative content.

“Kalau kalian ingin kuliah, ya ATVI pilihan yang pas,” Gasferiande.

Alumni bernama Ayu Arindani yang kini bekerja di PT Meta Digital Media (SEA Today) sebagai Audio Person News, merupakan lulusan terbaik 2011. Pengalamannya segudang di televisi, antara lain di Global TV, Indosiar, dan Metro TV. Keahlian Ayu adalah mengoperasikan audio mixer meliputi Digico SD-9, Digico D5 Live, Mackie Analog, dan Allen and Heath QU-32.

“Jadi kalo mau kuliah, ATVI mesti jadi pilihan utama. Asal kalian rajin, mau mengikuti perkembangan, dan terus mencari pengalaman, pekerjaan yang diidamkan akan mudah didapat,” ujar Ayu.

Pertimbangan Orang Tua

Direktur Akademi Televisi Indonesia Edward Depari Saat Membuka Workshop ATVI 2019. (Foto: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Direktur Akademi Televisi Indonesia Edward Depari Saat Membuka Workshop ATVI 2019. (Foto: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Ada lagi Director & Cinematographer, TB Elvan. Alumni lulusan 2011 ini mengawali kariernya sebagai fotografer hingga kemudian beralih ke gambar bergerak untuk mencari media baru dalam berkarya. Dia mengajak lulusan SMA/SMK untuk tidak ragu kuliah di ATVI.

“Segala bentuk proyek video sempat saya geluti. Bagi saya, itu adalah proses pencarian hingga akhirnya saya menemukan kenyamanan dalam konteks music video project. Kini saya tengah dalam proses eksplorasi di bidang musik dan video,” ujar Elvan yang punya pengalaman segudang di bidang variety video content, digital ads, dan musik video.

Nama alumni yang satu ini juga sangat dikenal di dunia televisi dan broadcast. Dia adalah Pandu Dirgantara yang kini dipercaya sebagai Head of Studio Production & Art di Narasi TV. Pandu berpengalaman sebagai creative di Indosiar, cameraman di O Channel dan Metro TV, lalu produser di Narasi TV.

Pandu punya keterampilan yang oke di bidang tata kamera, tata cahaya, penyutradaraan, audio post dasar, editing, color grading, dan streaming.

“Kalo mau sukses dan mandiri di bidang digital media dan penyiaran, ayo masuk ATVI,” ajak Pandu kepada calon mahasiswa yang kini tengah mencari kampus idaman.

Cerita sebagian alumni tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua dan pelajar yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan basis keterampilan yang sangat diperlukan dunia kerja dan masa depan.

Video