HA Alumni IPB luncurkan program orang tua asuh 500 mahasiswa tak mampu

Himpunan Alumni (HA) IPB meluncurkan Program Orang Tua Asuh (OTA) bagi 500 mahasiswa tidak mampu dengan membangun keterikatan melalui menanam pohon langka yang dirawat mahasiswa selama kuliah di sekitar kampusnya.

Ketua Umum DPP HA IPB, Walneg S Jas, saat ditemui di sela kegiatan halal bihalal Forum Silaturahmi Alumni IPB ke-8 di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat mengatakan dengan memberi tanggung jawab menanam pohon dari orang tua asuh, mahasiswa diharapkan memiliki kedekatan dengan yang membantunya, agar kelak bisa meniru untuk melakukan hal yang sama.

"Biasanya yang lalu-lalu beasiswa itu secara sporadis. Jadi kita kumpulkan berupa dana, sekarang kita tambah dengan orang tua asuh. Dengan orang tua asuh mereka akan langgeng, nanti ada lelang pohon langka, yang memelihara pohon itu anak asuhnya, mahasiswa," katanya.

Ia menjelaskan dalam program bantuan beasiswa kepada mahasiswa tidak mampu tahun ini, per semester akan dibantu Rp6 juta melalui Program OTA dengan simbol menanam dan merawat pohon langka dari pilihan sekitar 15 jenis pohon, sehingga keduanya ada ikatan komunikasi yang baik.

HA IPB, kata dia, ingin menjembatani komunikasi antara orang tua asuh dengan anak asuhnya agar bantuan biaya kuliah bisa langgeng hingga lulus.

Dari ratusan mahasiswa tidak mampu yang menjadi target bantuan program orang tua asuh ini, setiap alumni IPB bisa mendanai satu hingga beberapa mahasiswa sesuai kemampuannya.

Ia menambahkan total dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program ini mencapai Rp30 miliar per semester.

Pengumpulan orang tua asuh itu dilaksanakan dalam acara silaturahmi alumni IPB ke-8 ini, yang sebetulnya dilaksanakan setiap enam bulan sekali sejak tahun 2017.

Kali ini, kegiatan dihadiri sebanyak 500 orang secara tatap muka dan 500 orang secara daring melalui media zoom meeting dan siaran langsung (broadcast) melalui kanal Youtube Himpunan Alumni IPB.

"Jadi ikatan dia dengan orang tua asuhnya itu disimbolisasi dengan pohon itu. Jadi ditanam oleh orang tua asuhnya, lalu dipelihara oleh anak asuh ini," demikian Walneg S Jas.

Baca juga: Pemkot Bogor-IPB beri beasiswa mahasiswa miskin

Baca juga: Peraih emas Asian Games terima beasiswa IPB

Baca juga: APRI-MSC-NFI salurkan beasiswa anak pakar IPB Dr Hawis Madduppa

Baca juga: Alumni IPB bagikan beasiswa pada perayaan reuni perak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel