Alumni Minta Program Kartu Prakerja Dilanjutkan Meski Jokowi Tak Lagi Jadi Presiden

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 8.000 peserta program Kartu Prakerja berkumpul di Sentul International Convention Center (SCIC), Bogor Jawa Barat. Acara tersebut langsung dihadiri Presiden Joko Widodo dan para menteri kabinet kerja seperti Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Dalam acara tersebut para peserta program Kartu Prakerja meminta agar program tersebut tetap dilanjutkan. Hal itu diungkapkan peserta asal Ende, Flores bernama Dea. Dia berharap program Kartu Prakerja dilanjutkan meskipun masa jabatan Jokowi berakhir dalam 2 tahun lagi.

"Usulnya jangan sampai di sini (programnya). Kalau Pak Presiden tidak jadi presiden kita lagi tapi programnya masih ada," ungkap Dea di Sentul, Bogor, Jumat (17/6).

Usul yang sama juga diungkapkan Sandi, salah satu peserta program Kartu Prakerja asal Bogor. Sebab program ini dirasa memberikan manfaatnya.

"Progamnya dilanjutkan Pak, bukan masalah siapa presidennya manfaat programnya," kata Sandi.

Selain itu, Sandi juga meminta agar para alumni program Kartu Prakerja juga mendapatkan pendampingan. Alasannya, banyak yang sudah mengikuti program pelatihan untuk menjadi wirausaha namun kesulitan dalam memasarkan produk.

"Masalah pemasaran Pak, kita sudah dilatih tapi susah buat jualannya," kata dia.

Siapkan Berbagai Macam Pelatihan

Saat menjalani pelatihan Sandi mengaku mengambil kelas bercocok tanam dengan media hidroponik. Setelah mengikuti pelatihan dia pun mempraktekkannya di rumah.

Sayangnya hasil panen tersebut tidak laku dijual karena dia tidak memiliki keahlian dalam hal pemasaran. Akibatnya panen kangkung tersebut dibagikan kepada tetangga sekitar.

"Waktu itu saya panen 20 kilogram, dijual satu ikat Rp30.000 tidak ada yang beli, padahal saya sudah bilang ini kangkung hidroponik tapi warga gak mau beli karena mahal. Di pasar satu ikat cuma Rp5.000," kata dia.

Sandi juga mengusulkan agar program pelatihan juga dilakukan secara tatap muka. Mengingat situasi pandemi sudah terkendali dan menuju masa transisi ke endemi.

"Kalau bisa nanti bentuknya bukan hanya online tapi offline juga dan kita juga dapat pendampingan," kata dia mengakhiri. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel