Alumni Tawuran Pelajar SMA 70 dan SMA 6?

TEMPO.CO , Jakarta:Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menyatakan kepolisian belum bisa menemukan buktinya pengaruh senior atau alumni yang memicu tawuran pelajar antara SMA 6 dan SMA 70.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada temuan tawuran tersebut disebabkan oleh pengaruh kuat alumni kedua sekolah tersebut. "Pengaruh senior dan alumni belum bisa dibuktikan, yang sifatnya menghasut atau merencanakan. Belum ada yang bilang ada keterlibatan senior. Belum ada keterangan tersebut," kata Rikwanto di Markas Besar Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis, 4 Oktober 2012.

Selain itu, mengenai temuan senjata di pedagang-pedagang yang berjualan di sekitar kedua sekolah tersebut, Rikwanto menyatakan senjata bukan dititipkan. Para pelajar yang tawuran memang menaruh alat-alat tersebut.

"Memang sudah berapa kali kita razia tempat mereka menaruh alat-alat tawuran. Di antara pedagang-pedagang itu dia taruh saja bukan dia titip. Pedagang tidak berani mengatakan ya atau tidak," katanya.

Hingga kini, dari pemeriksaan 15 saksi dari siswa SMA 70, polisi belum menemukan tersangka baru. Polisi masih mendalami keterlibatan mereka dalam aksi tawuran tersebut.

Pada Senin , 24 September lalu, sekitar pukul 12.15, SMAN 70 melakukan penyerangan terhadap SMAN 6 di Bundaran Bulungan. Satu orang tewas bernama Alawy Yusianto Putra, pelajar yang masih duduk di bangku kelas X SMAN 6. Alawy tewas karena mengalami luka bacok di bagian dada.

ANANDA W. TERESIA

Berita Terkait

AD Tersangka Tawuran Pelajar di Manggarai

Ospek Bersama dan Solusi Tawuran versi Alumni SMA6 

Tawuran, Pelajar SMA Yake Tewas Kena Celurit 

Korban Tawuran Pelajar Manggarai Suka Nongkrong

Korban Tawuran Manggarai Dikenal Pandai Bergaul  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.