Alumni Trisakti gelar Festival Kebangsaan untuk bangun Indonesia

Para alumni yang tergabung dalam Trisakti Untuk Indonesia (TUI), menggelar Festival Kebangsaan di Rumah Perubahan Jakarta Escape, untuk membangun Indonesia melalui keberagaman demi keutuhan negara.

"Ya tujuan festival ini, untuk mewujudkan visi membangun sumber daya manusia (SDM) atau masyarakat Indonesia yang berkomitmen terhadap keutuhan NKRI, serta memegang teguh Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara," kata Ketua Umum TUI Muhanto Hatta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia berharap hal itu memperkuat pemahaman serta komitmen terhadap pentingnya wawasan kebangsaan atas masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan festival itu untuk menyosialisasikan keberhasilan kinerja pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, program prioritas nasional yang perlu mendapatkan perhatian dan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa seperti proyeksi Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD), pada 2045 ekonomi Indonesia mencapai 8,89 triliun dolar AS dan akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia," ucap Muhanto.

Baca juga: KSBN: Hari Sumpah Pemuda momentum bangun peradaban budaya Indonesia

Prediksi tersebut, kata dia, dilatarbelakangi bahwa pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan jumlah penduduk Indonesia usia produktif akan mencapai 64 persen dari total penduduk sekitar 297 juta jiwa.

Dengan itu, lanjut Muhanto, Indonesia akan memiliki potensi seperti menjadi salah satu pasar terbesar di dunia dan dengan pengelolaan yang baik akan memiliki SDM yang menguasai teknologi, inovatif, juga produktif serta kemampuan mentransformasikan ekonomi yang baik.

Tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yang mengacu pada paritas daya beli (purchasing power parity/PPP), IMF menyatakan Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, bahkan Indonesia berada di posisi ke-7, di atas Inggris dan Prancis, dengan mencatatkan PDB sebesar 4,02 triliun dolar AS pada 2022 seperti dalam laporan World Economic Outlook IMF edisi Oktober 2022.

PPP itu, merupakan salah satu ukuran perbandingan nilai mata uang yang ditentukan oleh daya beli uang tersebut terhadap barang dan jasa di tiap-tiap negara.

TUI, kata Muhanto, ingin berada pada garda depan dalam membangun bangsa majemuk yang memiliki potensi besar ini, dengan kukuh menjalankan nilai-nilai yang diajarkan oleh Bung Karno (Presiden Soekarno).

Baca juga: Indonesia-PBB bangun kemitraan percepat Agenda Pembangunan Biru

"Kita tahu bangsa Indonesia adaIah bangsa yang majemuk dan penuh budaya antardaerah dan ini juga potensi yang bisa dikembangkan untuk memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya hadir dalam pembangunan SDM tapi tidak melupakan nilai-nilai dalam Pancasila serta berkomitmen terhadap NKRI," tutur pria yang akrab disapa Ancho itu.

Ia juga mengaku memiliki sejumlah program ke depan dengan memanfaatkan media sosial (medsos) dengan misi, mengamalkan nilai-nilai Pancasila guna menangkal upaya disintegrasi bangsa serta menjaga kedaulatan rakyat di bidang politik dapat berjalan di alur semestinya.

"Selain itu, untuk mengawal dan mendarmabaktikan ilmu, agar tercipta kemandirian ekonomi masyarakat, menuju Indonesia adil dan makmur. Menerangkan keindahan alam dan turut serta aktif melestarikan alam serta budaya nusantara demi terciptanya peradaban bangsa yang bermartabat," ucapnya.

Baca juga: KSP: Indonesia bangun ekosistem pariwisata berkelanjutan dan tangguh