Alumni UII Yogyakarta kurangi pemanasan global dari Samarinda

·Bacaan 2 menit

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Yogyakarta di Provinsi Kalimantan Timur turut membantu mengurangi pemanasan global yang dilakukan dari Samarinda, yakni dengan cara menanam pohon di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM).

"Hari ini ada 100 pohon yang kami bawa dan langsung ditanam. Pemanasan global sudah lama terjadi dan kami sering membantu menguranginya, termasuk hari ini di jalur hijau SKM," ujar Ketua IKA UII DPW Provinsi Kalimantan Timur M Yadi Sabyan Noor di Samarinda, Jumat.

Sebanyak 100 bibit pohon yang dibawa oleh 10 anggota IKA UII Yogyakarta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini merupakan tanaman produktif, yakni bibit pohon durian dan bibit pohon aren.

Penanaman pohon ini, kata Yadi yang mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Provinsi Kaltim tersebut, dilakukan secara serentak oleh IKA UII di seluruh Indonesia, sehingga di ujung tahun 2021 ini ditargetkan tertanam sejuta pohon oleh alumni UII Yogyakarta.

Baca juga: Pencemaran Sungai Karang Mumus Samarinda berkurang 30 persen

Baca juga: DAS Karang Mumus dirawat ratusan mahasiswa Untag Samarinda

Yadi berharap melalui penanaman pohon di bantaran SKM selain untuk membantu mengurangi pemanasan global dan mengurangi emisi gas, diharapkan juga dapat membantu menyaring secara alami air sungai agar jernih dan bersih dari polutan.

Air yang mengalir di SKM juga merupakan bahan baku bagi perusahaan air minum di Samarinda, sehingga dengan cara menanam pohon diharapkan mampu menjaga kualitas dan kuantitas air.

"Selain itu, kelak pohon ini juga akan bisa bermanfaat bagi warga karena buah durian bisa dimakan, sementara pohon aren bisa menghasilkan nira sebagai minuman segar, untuk obat tradisional, dan sebagai bahan baku gula merah maupun gula semut," kata Yadi.

Setelah menanam pohon, ia dan rombongan pun berharap per dua bulan dapat kembali lagi, yakni untuk merawat pohon yang telah ditanam, bisa jadi akan menanam lagi ketika memperoleh bibit unggul.

Sementara Misman, Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS) SKM Samarinda mengatakan, SKM ini dibagi tiga zona, yakni zona hulu, zona tengah, dan zona hilir. Kawasan yang ditanami oleh IKA UII Kaltim hari ini adalah zona tengah.

"Sungai itu fungsinya adalah perairan, bukan pengaliran, jadi kita harus menjaga ekosistem sungai untuk kemaslahatan makhluk Tuhan, bukan hanya untuk manusia, tapi semuanya, makanya kita perlu jaga sungai dan riparian (tepian), salah satunya adalah dengan menanam pohon," ucap Misman.*

Baca juga: Sungai Karang Mumus potongan surga di Samarinda

Baca juga: 9.000 pohon berhasil ditanam melalui gerakan memungut sehelai sampah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel