Alur Pengiriman Rangkaian Kereta Cepat Lewati Tol Bandung yang Makan Waktu 2 Pekan

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC) akan mendatangkan rangkaian Kereta Cepat Jakarta Bandung ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta mulai 2 September 2022. Itu terdiri dari 11 unit Electric Multiple Unit (EMU) dan 1 unit Comprehensive Inspection Train (CIT) yang sudah selesai dikerjakan di Shandong, China.

Setelah tiba di Priok, rangkaian trainset itu kemudian akan disimpan selama beberapa malam di gudang penyimpanan PT KAI (Persero) di Cakung, Jakarta Timur sebelum dikirimkan ke Depo KCIC di Tegalluar, Bandung.

GM Corporate Secretary PT KCIC Rahadian Ratry mengatakan, untuk pengiriman batch I yang tiba di Tanjung Priok per 2 September 2022, itu nantinya akan disimpan di Cakung hingga 5-6 September 2022.

"Posisi saat ini kita masih tunggu perizinan. Insya Allah tanggal 5 (September), hari Senin kita sudah mulai berangkatkan pengiriman pertama," ujar Rahadian di Jakarta, Kamis (1/9).

Untuk sampai ke Tegalluar, KCIC nantinya akan memberangkatkan trainset Kereta Cepat Jakarta Bandung tahap pertama dengan tiga truk. Rahadian menyampaikan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR dan Polisi Jalan Raya (PJR).

Adapun total jarak yang akan ditempuh dari Cakung-Tegalluar sekitar 214 km. Truk pengangkut trainset tersebut akan melalui sejumlah ruas tol, mulai dari Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipularang, hingga Tol Padaleunyi hingga ke Gerbang Tol (GT) Cileunyi.

Proses Pemberangkatan

Proses pemberangkatannya pun tidak serentak untuk tiap truk, dengan batas kecepatan 20-30 km per jam. Waktu pengiriman akan dilakukan pada periode window time pukul 22.00-05.00 WIB.

KCIC juga sudah menyiapkan dua titik peristirahatan bagi truk pengangkut, yakni di Rest Area Km 57 dan Rest Area Km 88. Pengiriman ini akan melalui proses yang panjang, sehingga estimasi kedatangan di Depo akhir bakal memakan waktu sampai 2 pekan.

"Estimasi dua minggu. BPJT hanya izinkan 2-3 truk saja untuk satu malam. Itu nanti akan dikawal PJR, dan tidak berbarengan, sehingga tidak timbulkan kemacetan di jalan tol," imbuh Rahadian.

Rahadian mengutarakan, KCIC juga sudah melakukan simulasi pemberangkatan bersama BPJT, Polisi Jalan Raya, hingga Jasa Marga.

Akomodasi yang akan digunakan nantinya truk dengan sumbu roda 10-14 gandar. Dia pun meyakini, kendaraan tersebut sudah memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Analisa pembebanan, untuk jalan kelas 1, jalan tol, maksimal beban gandar 10 ton. Kita gunakan 10 Gandar dan 14 Gandar. Untuk 10 gandar kita dapatkan angka (beban) 5,23 ton. Sehingga jelas penuhi ketentuan," bebernya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]