Alvin Faiz Sindir Fitur Capture Kayak Tombol Ajaib Doraemon, Tak Lama Setelah Larissa Chou Viral

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kisruh Larissa Chou versus Henny Rahman viral di jagat maya pada akhir pekan kemarin. Ini jadi konsumsi publik setelah Larissa Chou mengunggah dua tangkapan layar pesan yang diduga dari Henny Rahman.

Dan maaf juga aku gak pernah cemburu sama kamu. Jujur aja, karena Bang Alvin dan keluarganya selalu bilang aku jauuuh lebih baik dan lebih cantik dari kamu,” begitu sebagian isi pesannya.

Menyertai tangkapan layar pesan Henny Rahman, Larissa Chou menyematkan status teks menohok, “Gpp mau hina fisik aku, mau kamu lebih cantik , mau apa… aku bodo amat serius. Jangan sms terus ngomong langsung aja kesini.”

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Berbagi Pendapat

Unggahan Alvin Faiz. (Foto: Instagram @alvun_411)
Unggahan Alvin Faiz. (Foto: Instagram @alvun_411)

Dalam hitungan jam kata Henny dan Larissa menembus trending topic Twitter Indonesia. Larissa banjir dukungan, Henny menuai cibiran netizen. Ibunda Larissa pun menyemprotnya.

Tak tinggal diam, Alvin Faiz berbagi pendapat lewat Instagram Stories berlatar hitam polos. Putra almarhum Ustaz Arifin Ilham membahas privasi sambil menyenggol akun Shelly Purnama.

Tembok Privasi

Larissa Chou. (Foto: Instagram @larissachou)
Larissa Chou. (Foto: Instagram @larissachou)

Rasa-rasanya hari ini tembok privacy perlahan runtuh, semuanya bisa dengan mudah kita lihat, nikmati, komentari. Dengan sekejap semuanya dibagi-bagi,” Alvin Faiz menulis, Minggu (14/11/2021).

Tombol capture sudah seperti tombol ajaib Doraemon yang bisa memperluas berita dan cerita dalam ghitungan detik saja. Semua berita ada, kita yang tak tahu menahu juga jadi terbawa ikut ke dalamnya,” imbuhnya.

Inilah Medsos

Unggahan Alvin Faiz. (Foto: Instagram @alvun_411)
Unggahan Alvin Faiz. (Foto: Instagram @alvun_411)

Di era medsos, siapa pun bisa viral dan dikenal banyak orang dengan beragam cara, tak harus melahirkan karya seni. Di medsos pula, orang bisa mengoceh atau menyamar menjadi siapa saja.

Ya, inilah sosial media, tepat memang menjadi wadah bagi orang-orang yang dahaga terhadap dukungan pujian dan simpati saja. Walau banyak juga yang mampu menggunakannya dengan bijaksana,” Alvin Faiz menyambung.

Di Jari-Jari Kita

Alvin Faiz. (Foto: Instagram @alvinfaiz)
Alvin Faiz. (Foto: Instagram @alvinfaiz)

Semuanya ada di jari-jari kita, genggaman trangan kita. lela juga ya ternyata. terasakah?” ia mengakhiri. Beberapa jam sebelumnya, Alvin Faiz mengingatkan bahwa kita tak bisa mengendalikan apa yang ingin diucapkan orang lain.

Namun kita bisa memilih untuk terlibat dalam obrolan itu atau tidak, mendengarkan atau tidak, karena beberapa hal memang tak perlu didengarkan. Cukup diabaikan dan dilupakan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel