Alzheimer Hilangkan Kemampuan Bahasa Kedua Orang Bilingual

Toronto (AFP/ANTARA) - Efek dari penyakit Alzheimer pada orang-orang bilingual menjadi topik hangat di Kanada, saat tiba-tiba kehilangan bahasa kedua dapat membuat penderita merasa seperti orang asing di negeri sendiri.


Meskipun muncul banyak bukti bahwa bilingualisme dapat menunda timbulnya demensia atau menurunnya daya ingat, penderita Alzheimer sering menemukan diri mereka terisolasi karena kurangnya pemilihan kata dalam bahasa pilihan mereka.


Ketika terjadi Alzheimer, kemampuan orang untuk berkomunikasi dalam bahasa kedua mereka sering menghilang dengan cepat.


Sylvie Lavoie mengatakan kepada AFP dia menyadari penurunan kemampuan ibunya untuk berbicara bahasa Inggris dengan lancar setelah didiagnosis dengan penyakit tersebut.


Ibunya, Helene Tremblay-Lavoie, kemudian mengambil tes untuk mengukur penurunan kemampuannya yang memberikan bukti konklusif.


Dia menerima sembilan poin dari 30 soal tes bahasa Inggris, kontras hasilnya dibandingkan 19 poin dari 30 soal untuk tes yang sama dalam bahasa Prancis.


"Hasilnya adalah kejutan yang mengerikan, kejutan besar," kata Lavoie kepada AFP. "Berbicara dalam bahasa Prancis dengan ibu, saya tidak menyadari dia telah kehilangan bahasa Inggrisnya.”


“Orang-orang yang kehilangan kemampuan berbicara bahasa Inggris adalah orang unilingual berbahasa Prancis yang belajar bahasa Inggris di kemudian hari," kata Guy Proulx, profesor di Universitas York yang mengkhususkan diri dalam penilaian dan rehabilitasi gangguan kognitif penderita stroke atau demensia.


“Seorang bilingual sejak kecil tidak akan kehilangan kemampuannya karena itu otomatis, sudah tertanam lama. Ketika otomatis, kemampuan mereka lebih tahan terhadap penyakit seperti Alzheimer," jelasnya.(ma/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.