Amalan Terbaik di Malam Lailatul Qadar dan Cara Meraihnya

Liputan6.com, Jakarta Tanpa terasa, sampailah kita di 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Ini adalah hari dan malam yang dirindukan para pencari kemuliaan. Di malam ini terdapat malam Lailatul Qadar, yang nilanya lebih besar daripada seribu bulan.

Menurut Buya Yahya, pengasuh LPD Al Bahjah, dalam akun YouTube Al Bahjah, Nabi Muhammad SAW banyak memberi contoh ibadah di bulan Ramadan.

"Nabi sudah masuk 10 hari terakhir Ramadan, lebih giat dalam ibadah, volumenya dinaikkan," ujar Buya Yahya.

Namun, Nabi Muhammad tak beribadah sendirian. Nabi Muhammad juga membangunkan keluarganya untuk menghidupkan malam Ramadan. Apalagi malam Lailatul Qadar memiliki kemuliaan yang sangat besar. Sebab, siapa pun orang yang meminta ampun, diampuni dosanya di waktu lalu.

Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabd:

مَن صام رمضان إيمانًا واحتسابًا…

“barangsiapa yang berpuasa Ramadan iimaanan wahtisaaban…”

Imanan wahtisaaban di sini maksudnya yaitu mengimani bahwa Allah telah mensyariatkan puasa dan mengharapkan pahala puasa dari sisi Allah.

 

 

 

Ibadah Nabi Muhammad SAW di Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Buya Yahya mengingatkan, Nabi Muhammad sudah dijamin masuk surga, tapi meski demikian tetap ibadahnya dikencangkan.

Salah satu hal yang dilakukan Nabi Muhammad di bulan Ramadan adalah beriktikaf di 10 akhir Ramadan. Kemudian Nabi juga mengajak istri-istri beliau untuk juga melakukan iktikaf. Oleh sebab itu, Buya Yahya mengingatkan bahwa ini artinya wanita juga boleh beriktikaf.

"Datang sebentar, duduk sebentar dengan niat iktikaf, maka sudah mendapatkan pahala iktikaf," ujar Buya Yahya.

Meski demikian, Buya Yahya mengatakan jika orang berlomba-lomba mencari kemuliaan, tapi hanya sibuk di tanggal ganjil saja, artinya itu salah memahami. Menurut Buya Yahya, setiap hari ibadah di bulan Ramadan adalah bagus, baik di tanggal ganjil atau tanggal genap. Namun, ujarnya, ibadah di tanggal ganjil ada plus-nya. Oleh karenan itu, berlombalah agar setiap malam bisa menghidupkan Ramadan.

"Pengalaman pribadi para ulama misal menemukan di tanggal 21 atau 27, tapi Lailatul Qadar disembunyikan Allah demi kebaikan Anda semua. Karena itu beribadahlah dengan kencang, baik di tanggal ganjil ataupun genap," kata Buya Yahya.

 

Ibadah di Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi Berdoa di Malam Lailatul Qadar: shutterstock.com

Buya Yahya mengingatkan bahwa malam malam Lailatul Qadar, kebaikannya lebih daripada seribu bulan. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak ibadah. Apa saja?

"Termasuk memperbanyak ibadah itu membaca Al-Quran, zikir, salat malam dan membaca doa khusus lailatul qadar."

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?”

Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”

Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar umat muslim memperbanyak berdoa terkait dengan 4 hal. Dari 4 itu, dengan 2 hal engkau akan menjadikan Tuhanmu ridha dan 2 hal adalah yang engkau sangat memerlukannya.

Apakah itu?

1. Syahadat

2. Mohon ampun kepada Allah, istigfar

3. Minta kepada Allah kepada surga

4. Minta dilindungi dari api neraka

Wallahualam.