Aman, BMKG Karangkates Tak Catat Ada Gempa Bumi Susulan di Malang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Malang - BMKG Stasiun Geofisika Karangkates memastikan sama sekali tak terjadi gempa bumi susulan pasca gempa Malang pertama mengguncang. Masyarakat diimbau tak perlu panik tapi tetap harus selalu waspada.

Kepala Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Ma’muri mengatakan hasil update terbaru menunjukkan gempa Malang pada pagi tadi berkekuatan magnitudo 5,1 berada di kedalaman 98 kilometer. Secara kegempaan, magnitude gempa ini tak terlalu kuat.

“Sejauh ini alat BMKG tak mencatat ada susulan gempa bumi dari gempa yang sebelumnya terjadi pada pukul 09.21,” kata Ma’muri, Jumat, 22 Oktober 2021.

Karena itu pula, sejauh ini di wilayah Malang Raya tak ada laporan kerusakan. Kalau pun ada, diperkirakan tingkat kerusakannya sangat ringan. Kerusakan itu juga dipicu oleh konstruksi bangunan yang kurang memadai.

“Belum ada laporan kerusakan di wilayah Malang. Ada laporan kerusakan di Kabupaten Blitar itu pun sangat ringan,” ucap Ma’muri.

Gempa pada hari ini sebenarnya sama dengan gempa yang mengguncang Malang pada April 2021 silam. Disebabkan adanya patahan lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke lempeng Eurasia. Hanya saja skala kekuatan gempa Malang pada April silam jauh lebih kuat.

“Gempa pada April lalu itu ada beberapa kali gempa bumi susulan karena lebih kencang dibanding yang terjadi sekarang ini,” ujar Ma’muri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gempa Malang

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kabupaten Malang, pada Jumat, 22 Oktober 2021, sekitar pukul 09.21 WIB. Titik pusat gempa terletak pada koordinat 8,81 LS dan 112,49 BT. Titik lokasi gempa itu 78 km di sebelah barat daya Malang di kedalaman 98 kilometer.

Guncangan gempa bumi di Malang berkekuatan magnitudo 5,1 di kedalaman 98 kilometer itu dirasakan di sejumlah daerah. Di Blitar terasa dalam skala III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dakalm rumah).

Kemudian di Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, Trenggalek dalam skala II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk melintas).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel