AMAN: Media massa berperan aktif bagi perjuangan masyarakat adat

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menilai media massa sangat berperan aktif bagi perjuangan hak-hak masyarakat adat nusantara.

Staf Infokom pengurus besar AMAN, Alfa Gumilang, dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Kamis, mengatakan media massa sangat penting untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi suara-suara Masyarakat Adat yang selama ini dianggap dipinggirkan terlebih ketika terjadi konflik perampasan wilayah adat oleh perusahaan atau pemerintah.

Baca juga: Hasil sarasehan Kongres AMAN VI diharapkan jadi masukan pemerintah

"Suara Masyarakat Adat kerap tak mendapatkan porsi yang baik hanya ada beberapa media yang secara konsisten memberikan ruang yang cukup baik bagi suara masyarakat adat," katanya saat menjadi narasumber pada sarasehan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kampung Nendali, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (26/10).

Menurut Gumilang, masyarakat adat kerap menggunakan media sosial sebagai ruang untuk menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi walaupun saat ini dukungan publik secara umum belum terlihat masif atas isu-isu masyarakat adat terutama pada agenda pengesahan RUU Masyarakat Adat.

Baca juga: Pemerintah siap berkolaborasi untuk pemajuan hak masyarakat adat

"Jika RUU masyarakat adat ini disahkan maka perampasan-perampasan wilayah adat tidak akan terjadi lagi," ujarnya.

Dengan demikian kata dia, sangat penting bagi publik untuk mau mendukung perjuangan pengesahan RUU yang sudah 12 tahun mengendap di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI.

Sementara itu, Development Dialogue Asia Mardiyah Chamim mengatakan di tengah keterbatasan media pihaknya menilai media sosial sebagai senjata lain dari perjuangan masyarakat adat.

Baca juga: Ketum Panitia KMAN nyatakan satu perjuangan untuk RI

"Kami perlu gunakan semua senjata media arus utama dan media sosial, keduanya punya karakter karena media merupakan arus utama untuk bisa ke advokasi yang terarah dan media sosial mengajak publik untuk dukung atau peduli dengan apa yang dialami masyarakat adat," katanya.

Sarasehan KMAN VI di Kampung Nendali, Kabupaten Jayapura membahas terkait "Peran Media Massa dan Media Sosial dalam Mendukung Perjuangan Hak Masyarakat Adat dan Sebagai Ruang Kebebasan Berpendapat".